Bakrieland
Development saat ini sedang dalam kerja giat untuk membangun kawasan Super
Block yang konon terbesar di Jakarta dengan wilayah seluas 53,5 ha (dan akan
terus diperluas hingga 60 hektar). Disana sudah dan akan dibangun Gedung konser
multi fungsi berkapasitas 2.500 orang, studio TV, retail area, perkantoran,
hotel, apartemen dan lain-lain. Seluruhnya menyatu dalam lingkungan perkotaan
atau atmosfir perkotaan yang tertata rapi, memadukan kegiatan bisnis komersial
dengan gaya
hidup dan hiburan yang dilengkapi fasilitas premium. 



Bakrie Tower, Mal Epicentrum, Walk- Creative Entertainment Center dan Strata
Office Suites, The Grove Condominium dan The Grove Suites dan gedung konser
adalah fasilitas-fasilitas superior yang akan melengkapi Apartemen Taman
Rasuna, Pasar Festival, Aston Rasuna Residence, Rasuna Office Park dan Gold’s
Gym Elite Rasuna yang sudah beroperasi sebelumnya.



Hmm kenapa dipilih nama Epicentrum? Pusat (gempanya) keuntungannya ada di 
Jakarta,
tapi pusat (ledakan) buntungnya berpusat di Sidoarjo? 



Tentang proyek Superblock ini Tempo Interaktif menulis judul berita "Meraup 
Untung di Rasuna Epicentrum".

Tentunya megahnya, hijaunya (eco-friendly) dan manisnya proyek Bakrieland
Development di kawasan segitiga emas bisnis Jakarta
ini tentunya bertolak belakang dengan wajah bumi dan kehidupan korban yang
meraup buntung karena tsunami Lumpur Lapindo di Sidoarjo. 



Dan bila kelak Rasuna Epicentrum menempatkan diri sebagai salah satu pusat
kreativitas anak negeri dan industri kreatif, maka di Sidoarjo tanggal 18-20
Desember lalu diadakan hajatan festival "Solidaritas Perjuangan Anak
Pinggiran: Mengais Dunia yang Hilang". Hajatan ini diikuti sekitar 750
peserta dari berbagi komunitas anak di Jawa Timur. Anak-anak se-Jawa Timur itu
hendak menunjukkan solidaritas mereka bagi anak korban lumpur Lapindo. 



Selain menampilkan anak-anak korban Lapindo, pagelaran ini dimeriahkan pula
oleh aksi anak-anak pinggiran dari Malang,
Lumajang, Jombang, Probolinggo, Surabaya,
Mojokerto hingga Tulungagung. Mereka menampilkan teater, tari, musik, dan
berbagai pameran karya anak korban Lapindo. Acara ini diadakan di Gelanggang
Olah Raga Sidoarjo. Acara ini tidak diadakan di Gedung Konser canggih seperti
yang akan dibangun di Rasuna Epicentrum, tapi cukup di Gedung Gelanggang
Olahraga Sidoarjo 

 

================

"Pemerintah Tidak Peduli Penderitaan Anak
Korban Lapindo". 

Pernyataan Romo Sandyawan saat membuka Festival yang mengambil topik
"Solidaritas Perjuangan Anak Pinggiran: Mengais Dunia yang Hilang". Festival 
ini diikuti sekitar 750 peserta
dari berbagi komunitas anak di Jawa Timur. Anak-anak se-Jawa Timur itu hendak
menunjukkan solidaritas mereka bagi anak korban lumpur Lapindo. 







================









selengkapnya,
berikut ironi dalam foto.......

 

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/12/ironi-banjir-untung-di-jakarta-dan.html

 

 

JANGAN LEWATKAN!!!!
DOWNLOAD BUKU GURITA CIKEAS

 

KUNJUNGI
BERANDA 

 

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/







      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke