http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?ses=&id=1290

30 Desember 2009 08:07:49



Mahfud Dukung SBY Laporkan George

Terkait Isi Buku Gurita Cikeas




JAKARTA-Pro-kontra seputar buku Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank 
Century terus bergulir. Kali ini Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD 
menilai pemerintah wajib melindungi peredaran buku karya George Junus 
Aditjondro itu sepanjang isinya mengandung data yang objektif, benar dan tidak 
bernada penghinaan.


Namun, izin peredaran buku tidak membuat pengarangnya kebal hukum bila buku 
tersebut tendensius, fitnah, dan berindikasi pidana. "Jangan disalahkan orang 
yang mau memproses masalah hukum terhadap orang yang memfitnah, itu artinya dia 
berusaha menegakkan hukum," ujar Mahfud MD di gedung Mahkamah Konstitusi 
kemarin (29/12).


Pria kelahiran Madura itu menilai masyarakat kerap bertindak tidak adil. Bila 
pemerintah bertindak tegas melakukan upaya hukum dinilai otoriter. Namun, bila 
tindakan melawan hukum dilakukan orang di luar pemerintah, masyarakat bergerak 
untuk melindungi. "Itu namanya tidak fair dan tidak demokratis," tuturnya.


Guru besar Universitas Islam Indonesia ini menegaskan, demokrasi harus 
dilakukan secara berimbang. Siapa pun yang harus dilindungi kebebasan 
berpendapat, terlindungi haknya untuk melakukan upaya hukum, dan terlindungi 
harkat pribadinya dari fitnah. "Kalau ada orang memfitnah tidak diproses hukum, 
negara ini justru akan anarkis dan tidak demokratis," paparnya.


Ketua DPD Irman Gusman mengatakan, Aditjondro tidak perlu dijadikan pahlawan. 
Dalam penulisan buku tetap harus ada metode yang bisa dipertanggungjawabkan dan 
etika yang ditegakkan. "Jangan bikin buku tanpa data yang kuat dan asal?asalan 
(menulis) terus jadi buku," tandas senator dari Sumatera Barat itu.


Sementara Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menilai pola buku tersebut sama 
dengan buku Aditjondro sebelumnya yang membeber bisnis keluarga Cendana. Priyo 
menyesalkan jika masih ada upaya pelarangan penerbitan buku semacam itu. "Dulu 
kan pemerintahan cenderung tersentral, namun sekarang beda. Apa masih patut 
buku semacam itu dilarang beredar," kata Priyo.


Priyo mengingatkan, dalam situasi politik saat ini, pelarangan buku hanya akan 
menimbulkan kegaduhan. Namun, dia juga memberi pesan kepada Aditjondro, selaku 
pembuat buku, untuk mempertanggungjawabkan isi bukunya kepada publik. "Biarkan 
buku itu jadi pernak-pernik. Kalau perlu diuji, buat saja buku lain sebagai 
pembanding," tandasnya.


Secara terpisah, Direktur Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara Franz Magnis Suseno 
mengungkapkan, cara-cara melarang peredaran buku sama sekali tidak demokratis. 
"Harusnya ditanggapi dengan membuat buku lagi atau menulis karangan," jelas 
Magnis seusai menghadiri diskusi akhir tahun di gedung KPK, kemarin.


Model pelarangan buku, kata dia, menunjukkan ada yang takut dengan kritikan 
dalam buku tersebut. "Kalau tidak puas memang sangat mungkin meskipun buku juga 
belum tentu benar," ungkapnya. Magnis juga mempercayai reputasi George dalam 
menulis buku. "Buku yang ditulis selalu berguna dan menarik. Dalam pandangan 
saya George juga memiliki reputasi yang baik," ungkapnya.
Di bagian lain, kemungkinan adanya pelarangan peredaran buku oleh Kejaksaan 
kembali menuai kritik. Sebelumnya, lima buku telah dilarang beredar oleh 
Kejaksaan. Kini Korps Adhyaksa itu juga tengah mengkaji buku Membongkar Gurita 
Cikeas.


"Kejaksaan harus menghentikan pelarangan sepihak atas semua kegiatan publikasi 
termasuk peredaran buku-buku," tegas Hilmar Farid, perwakilan Institut Sejarah 
Sosial Indonesia (ISSI). Hal itu dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap 
kebebasan berekspresi.
Beberapa kalangan yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Pembela Hak 
Berekspresi meminta Presiden mencabut Undang-Undang Nomor 4/PNPS/1963 tentang 
pengamanan terhadap barang-barang cetakan. Selain itu juga memenindak Jaksa 
Agung yang dinilai telah sewenang-wenang. "Jika pelarangan masih tetap 
dilanjutkan, akan ada upaya hukum menuntut kejaksaan secara hukum," kata Rusdi 
Marpaung dari Imparsial. (noe/git/fal/iro)... (scorpions)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke