http://www.antaranews.com/berita/1262160178/aditjondro-saya-sudah-baca-somasi-antara

Aditjondro: Saya Sudah Baca Somasi "ANTARA"

Rabu, 30 Desember 2009 15:02 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam |

Penulis buku "Membongkar Gurita Cikeas", George Junus Aditjondro memperlihatkan 
bukunya, di Yogyakarta, Senin (28/12). (ANTARA/Regina Safri)Jakarta (ANTARA 
News) - Penulis buku "Membongkar Gurita Cikeas" George Junus Aditjondro 
mengatakan sudah membaca isi somasi yang dilayangkan Perum LKBN ANTARA kepada 
dirinya.

"Saya sudah membaca dan memahami isi somasi dari LKBN ANTARA, tadi malam," kata 
George Junus Aditjondro pada peluncuran buku "Membongkar Gurita Cikeas" di 
Doekoen Cafe, Jakarta, Rabu.

Dikatakan George, somasi dari LKBN ANTARA isinya meminta dirinya untuk 
mengoreksi isi buku yang membahas soal LKBN ANTARA dan meminta maaf di media 
massa nasional 

George mengatakan, dirinya tidak akan meminta maaf karena dia menulis buku 
tersebut berdasarkan penelitian dan masukan dari sumber-sumber.

Namun George juga mengatakan, ia sedang menyiapkan edisi revisi yang isinya 
menambahkan bantahan, keberatan, masukan baru, serta hal-hal yang belum sempat 
ditampilkan pada edisi perdana.

Menurut dia, pada edisi revisi tidak akan menghapus tulisan soal LKBN ANTARA 
tapi akan menambahkan bantahan dari Perum LKBN ANTARA.

Dikatakanya, buku "Membongkar Gurita Cikeas" yang diterbitkan Galang Press 
Yogyakarta cetakan pertama sudah didistribusikan dan sekarang sedang dilakukan 
cetakan kedua untuk dipasarkan keluar Pulau Jawa.

"Sambil memasarkan cetakan kedua, saya menyiapkan edisi revisi yang tebalnya 
sekitar 250 halaman," katanya.

Menurut dia, dalam dunia percetakan adalah hal lumrah melakukan revisi dan 
cetak ulang.

Revisi dilakukan, katanya, untuk mengakomodir adanya bantahan dan keberatan 
serta menambahkan hal-hal yang belum sempat ditampilkan.

Peluncuran buku "Membongkar Gurita Cikeas" dihadiri ratusan orang yang memadati 
bangunan ruko seluas 4x10 yang menjadi lokasi Doekoen Cafe.(*)
++++
http://www.antaranews.com/berita/1262172289/ramadhan-laporkan-pemukulan-george-ke-polisi
Ramadhan Laporkan Pemukulan George ke Polisi
Rabu, 30 Desember 2009 18:24 WIB | Peristiwa | Hukum/Kriminal | 

Jakarta (ANTARA News) - Pemimpin Redaksi Harian Jurnal Nasional yang juga 
anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Demokrat Ramadhan Pohan melaporkan Goerge 
Junus Aditjondro ke Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu sore, dengan tuduhan 
pemukulan terhadap dirinya.

"Saya dipukul Goerge menggunakan buku yang mengenai wajah saya," kata Ramadhan 
Pohan ketika dihubungi ANTARA.

Dikatakan Ramdahan, dirinya tidak terima atas pemukulan tersebut dan 
melaporkannya ke Polda Metro Jaya.

Karena tempat kejadian perkara (TKP) di Jakarta Selatan, kata dia, polisi di 
Polda Metro Jaya Mengarahkan untuk membuat laporan ke Polres Jakarta Selatan.

"Sebelum melaporkan ke polisi saya sudah memeriksakan bekas pukulan ke Rumah 
Sakit Aini Jakarta," katanya.

Pemukulan tersebut terjadi pada saat peluncuran buku "Membongkar Gurita Cikeas" 
di Doekoen Coffee, Jakarta, Rabu siang.

Peristiwa pemukulan bermula ketika Ramadhan diminta pembawa acara Haris Rusly 
dari Petisi 28 untuk menyampaikan tanggapannya.

Ramadhan kemudian berbicara dan mengatakan, tulisan Goerge soal aliran dana 
Rp150 dari Grup Sampurna ke harian Jurnal Nasional tidak benar.

"Itu hanya halusinasi penulisnya," kata Ramadhan.

Mendengar kalimat itu, Goerge menjadi emosi dengan keras Ramadhan berbohong 
sambil memukulkan buku ke arah wajahnya.

Peristiwa itu berlangsung cepat dihadapan puluhan kamerawan televisi dan 
fotografer media cetak.

Setelah pemukulan itu, Ramadhan masih terus berusaha melanjutkan tanggapannya 
sambil berdebat dengan Goerge.

Beberapa orang yang ada di lokasi itu kemudian mengusir Ramadahan agar pergi.

Ramadhan kemudian pergi keluar dan masih terjadi perdebatan dengan seorang 
panitia acara di depan ruko sebelum meninggal lokasi.

Setelah Ramadhan pergi meninggalkan bangunan ruko, George mengatakan, ia 
terbawa emosi situasi.

Ketika ditanya pers seusai peluncuran buku, George membantah telah melakukan 
pemukulan terhadan Ramadhan.

Menurut Goerge, ia tidak memukul Ramadhan tapi hanya mengibaskan buku yang 
sedang dipegangnya.

"Saya tidak yakin buku saya mengenai wajah Ramadhan," katanya.(*)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke