From: Indra J Piliang <[email protected]> Date: Wednesday, December 30, 2009, 6:18 PM
George-Ramadhan seperti Zidane-Materazzi? Rabu, 30 Desember 2009 | 17.39 WIB  KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN JAKARTA, KOMPAS.com — Masih ingat insiden ketika Kapten Timnas Perancis Zinedine Zidane menanduk dada pemain belakang Timnas Italia Marco Materazzi pada menit-menit terakhir perpanjangan waktu final Piala Dunia 2006? Pengamat politik dari UI Boni Hargens mengatakan, situasi ini tepat menggambarkan insiden pengeplakan oleh penulis buku Membongkar Gurita Cikeas, George Aditjondro, terhadap anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, dengan menggunakan buku dan kertas saat acara peluncuran buku kontroversial itu, Rabu (30/12/2009) di Doekoen Coffee, Jakarta. "Jadi, ocehan Ramadhan yang tidak kontekstual itu lebih mengganggu daripada aksi pengeplakan itu sendiri. George itu seperti Zidane, dan Ramadhan itu seperti Materazzi," ujar Boni. Seperti diwartakan, Zidane menanduk Materazzi setelah pemain belakang itu mengatakan sesuatu yang menyinggungnya. Sementara itu, insiden pengeplakan terhadap Ramadhan, lanjut Boni, terjadi ketika politisi Partai Demokrat itu berbicara hal-hal yang tidak kontekstual dengan buku Membongkar Gurita Cikeas. George sendiri mengakui, hal itu dilakukan agar Ramadhan berhenti berbicara. "Saya curiga Ramadhan memang datang untuk melakukan provokasi. Ada upaya pengalihan isu dan menghancurkan citra George dari sisi lain," ujarnya. Kini, Ramadhan telah melaporkan penganiayaan tersebut ke Polda Metro Jaya. Ramadhan juga melakukan visum di RS Jakarta karena matanya terluka. HIN From: Satrio Arismunandar <[email protected]> Date: Wed, 30 Dec 2009 02:37:24 -0800 (PST) To: <[email protected]> Subject: [kahmi_pro_network] Ruhut: George Terancam Kurungan 5 Tahun Ruhut: George Terancam Kurungan 5 Tahun Inggried Dwi W Ruhut Sitompul Artikel Terkait: Seusai Lapor ke Polda, Ramadhan Visum di RS Jakarta BERITA FOTO: Insiden Pemukulan George George: Tangan dan Buku Saya Tidak Sentuh Dia Ramadhan Pohan: George Pukul Saya dengan Bukunya Rabu, 30 Desember 2009 | 16:34 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut "Poltak" Sitompul mengatakan, insiden pelemparan buku oleh George Aditjondro, penulis buku Membongkar Gurita Cikeas, terhadap Ramadan Pohan, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, sebagai bentuk pelecehan. "George memang orang sakit. Masak, bukunya dikritik saja tidak boleh," ujar Ruhut, Rabu (30/12/2009) di Jakarta. Ruhut mengatakan, pihaknya mendukung upaya Ramadhan yang melaporkan insiden tersebut ke Polda Metro Jaya. "Ini sudah penganiayaan. Delik murni, bukan delik aduan lagi. Ancaman hukumannya hingga lima tahun kurungan penjara," ujar anggota Pansus Hak Angket Kasus Bank Century ini. Ruhut juga mengkritik sejumlah orang, termasuk banyak politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang mendukung penerbitan buku yang memaparkan data-data keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus Century. "Coba, kalau diri mereka yang diceritain? Ini reformasi kebebasan berekspresi yang kebablasan," keluhnya. Insiden pelemparan buku terjadi ketika Ramadhan menyampaikan pendapatnya tentang buku kontroversial itu. Ramadhan mengatakan bahwa George Junus Aditjondro berhalusinasi. Mendengar komentar itu, George pun langsung menepisnya dengan melempar bukunya ke wajah Ramadhan Pohan, diduga untuk menghentikan komentar Ramadhan. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

