http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?ses=&id=1327
31 Desember 2009 09:55:36
5 Isu Politik Akan Memanas di 2010
JAYAPURA-Bagaimana perkembangan situasi politik Papua pada tahun 2010
mendatang. Tentunya semua pihak belum tahu bagaimana gambarannya. Namun bagi
pengamat Politik di Papua, Dr.H.Muh A.Musa"ad, M.Si, setidaknya ada 5 isu
politik yang bakal memanas di tahun 2010.
Pria yang juga sebagai Kepala Pusat Kajian Demokrasi Universitas
Cenderawasih Jayapura mengatakan, dari lima isu itu antara lain: pertama,
masalah Otsus (Otonomi Khusus) yang juga masih saja hangat diperbicangkan pada
2009 ini. Dia memperkirakan akan semakin ada aksi untuk bagaimana undang-undang
Otsus itu direvisi atau direkonstruksi atau bahkan adanya aksi yang lebih keras
lagi terhadap Otsus itu sendiri.
Isu politik yang berikut adalah permasalahan Pemilihan Umum Kepala Daerah
(Pemilukada) yang pada 2010 ada sejumlah kabupaten/kota yang akan melaksanakan
Pemilukada dan juga menyusul Pemilukada Provinsi Papua pada 2011.
Isu yang ketiga ialah pemilihan Majelis Rakyat Papua (MRP). "Pada MRP ini
yang dibahas adalah apakah pemilihan anggota MRP tetap mengacu pada mekanisme
dan prosedur yang lama ataukah diubah dengan mekanisme yang yang baru yang
dinilai lebih demokratis dan lainnya," paparnya.
Keempat, masalah pemekaran beberapa wilayah di Papua yang sesuai
informasi telah masuk ke DPR RI yang akan dibahas dalam sidang paripurna 2010
ini. "Meski adanya moratorium dari presiden untuk tidak ada pemekaran, namun
hal itu akan tetap menjadi perhatian para wakil rakyat di pusat untuk dibahas,
termasuk perhatian dan perjuangan bagi daerah-daerah yang hendak dimekarkan
itu," tandasnya.
Kelima, yaitu sudah pasti ada gerakan-gerakan ketidakpuasaan masyarakat
yang turut mewarnai dinamika politik di Papua pada 2010 mendatang.
Ketidakpuasan itu seperti yang sudah nampak pada tahun 2009 ini dan tahun
sebelumnya. "Apakah suhunya (gerakan ketidakpuasan itu) meningkat, berkurang
ataukah lebih panas lagi, hal itu belum bisa diprediksikan," ujarnya.
Untuk itu, semua pranata kehidupan harus membenahi diri secara optimal
untuk memperkuat diri guna tidak terjebak dalam situasi politik 2010. "Apalagi
perdagangan bebas khusus di asia akan dibuka, sehingga bila kita tidak siap
diri maka kita akan rugi di atas tanah kita sendiri," tegas Musa'ad.
Nah dengan demikian, menurut pria yang juga sebagai Ketua Ikatan
Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Papua ini, prinsip yang harus
dikembangkan adalah demokrasi dalam kedewasaan, yang selama ini belum nampak.
"Yang mana semua pihak baru mampu berdemokrasi tapi belum dewasa dalam
berdemokrasi. Misalnya saat Pilkada, yang kalah tidak mau mengaku kalah, lalu
mulai melakukan segala cara untuk menang Pilkada, contohnya mulai melakukan
kecurangan, bahkan sampai pada proses pengadilan," tuturnya.
Dewasa dalam demokrasi, kata dia, tidak lain berdemokrasi dengan yang
benar sesuai dengan aturan yang berlaku, juga demokrasi untuk saling mengakui
kekalahan dan saling merangkul untuk bersama-sama membangun Papua ke depannya
menjadi lebih baik lagi, yakni masyarakat yang sejahtera, dan mandiri dalam
segala aspek kehidupan.
Dengan dewasa dalam berpolitik sudah tentu setiap pribadi mampu
mengeliminir primordialisme yang sempit, sukuisme dan lainnya. Dan lebih maju
lagi tercipta pribadi yang profesional yang siap digunakan dalam pembangunan
ini. "Nanti dalam perdagangan bebas bukan berbicara lagi soal indikator yang
subyektif tapi indikator yang obyektif, bukan bicara lagi soal mendapatkan
pekerjaan karena pertemanan, kenalan, kolusi, tapi yang dibicarakan adalah
profesionalisme," pungkasnya.(nls/fud) (scorpions)
[Non-text portions of this message have been removed]