http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?ses=&id=1326
31 Desember 2009 09:54:58 Dua Tahun Pemerintahan yang Penuh Gebrakan Gus Dur menjadi presiden kurang dari dua tahun (20 Oktober 1999-23 Juli 2001). Dalam waktu yang begitu singkat itu, dia melakukan perombakan luar biasa. Banyak warisan pemerintahan Gus Dur yang begitu terkenang dan monumental. Semua orang yang pernah bersentuhan dengan mantan ketua umum PB NU itu merasakan betapa besarnya ketokohan Gus Dur. Gus Dur melakukan perubahan dalam struktur pemerintahan. Kita masih ingat, begitu dia menjadi presiden, sejumlah departemen dihapus. Misalnya, Departemen Sosial. Sementara itu, terhadap persoalan yang sebelumnya dianggap sepele oleh pemerintah, seperti masalah hak asasi manusia (HAM), Gus Dur justru menangani secara khusus dengan membentuk Kementerian HAM. Perubahan tidak hanya menyangkut masalah kebijakan, tapi juga perubahan di dalam istana. Istana Kepresidenan yang sebelumnya dianggap "angker" disulap oleh Gus Dur menjadi istana milik rakyat. Siapa pun boleh masuk. Inilah sejumlah langkah berani Gus Dur dalam melakukan perubahan. Gebrakan Gus Dur * Membubarkan Departemen Sosial (Depsos) dan Departemen Penerangan (Deppen). - Alasannya: Dua departemen itu dianggap tidak efektif. Gus Dur melihat Depsos menjadi sarang yang berpotensi korupsi. Deppen dibubarkan karena pada era sebelumnya menjadi lembaga propaganda pemerintah. Selain itu, Deppen menjadi lembaga pemberedelan media dan membungkam suara publik. - Membentuk Kementerian HAM. Gus Dur memandang penting masalah hak asasi manusia. Pada era Orba, masalah tersebut ditangani dengan pendekatan represif. Gus Dur mengangkat Hasballah Saad sebagai menteri negara urusan HAM. Hasballah adalah tokoh Aceh yang sangat paham mengenai masalah tersebut. - Mendorong reformasi TNI. Gus Dur mendorong reformasi di kalangan internal TNI. Dia mengangkat sejumlah jenderal reformis di pos strategis. Misalnya, Letjen Agus Wirahadikusumah sebagai Pangkostrad. - Jabatan panglima TNI digilir. Sejak era Orde Baru hingga era Habibie, panglima TNI selalu berasal dari TNI Angkatan Darat. Bahkan, pada era Soeharto, terkenal istilah TNI-AD sebagai anak emas. Pada era Gus Dur, matra lain diberi kesempatan menjabat panglima TNI. Gus Dur mengangkat Laksamana TNI Widodo A.S. sebagai panglima TNI. Widodo menjadi panglima pertama dari TNI-AL. - Mengganti nama Irian Jaya dengan Papua. Langkah Gus Dur ini disambut gembira oleh masyarakat Papua. Sebab, selama ini warga provinsi di ujung timur Indonesia itu menginginkan wilayahnya menjadi Papua. Gus Dur juga menghormati Dewan Adat Papua. - Imlek menjadi hari libur nasional. Gus Dur menghargai pluralisme dan keberagaman. Imlek, hari raya etnis Tionghoa, dijadikan hari libur nasional. Tari barongsai yang sebelumnya dianggap tabu diberi tempat pada era pemerintahan Gus Dur. (tof) (scorpions) [Non-text portions of this message have been removed]

