Selamat Jalan Gus...

Kamis, 31 Desember 2009 | 03:00 WIB





Jakarta, Kompas - Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid, alias Gus Dur, Rabu
(30/12) pukul 18.45, meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo,
Jakarta. Kepastian meninggalnya Gus Dur disampaikan Ketua Tim Dokter Yusuf
Misbah yang merawat Gus Dur sejak 26 Desember lalu di RSCM dengan didampingi
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.



Gus Dur masuk rumah sakit dalam kondisi kesehatan yang menurun setelah
melakukan ziarah ke makam sejumlah ulama di Jawa Timur. Menurut Yusuf,
kondisi Gus Dur sempat membaik selama perawatan. Namun, Rabu sekitar pukul
11.30, kesehatannya mendadak memburuk terkait komplikasi penyakit yang
dideritanya selama ini, yaitu ginjal, diabetes, stroke, dan jantung. Pukul
18.15, tim dokter menyatakan kesehatan Gus Dur dalam kondisi kritis.



Asisten pribadi Gus Dur, Bambang Susanto, menceritakan, Rabu pukul 10.00, ia
sempat membacakan berita tentang penangkapan mantan Menteri Luar Negeri
Israel Tzipi Livni di Inggris. Putri bungsunya, Inayah Wahid, menyuapinya
dengan puding cokelat.



Setelah itu, Gus Dur mengeluhkan sakit pada tubuh bagian bawahnya dan minta
didudukkan. Setelah dipenuhi, Gus Dur meminta didudukkan dengan kaki
diayun-ayunkan sambil dipijat oleh Bambang. Selanjutnya, Gus Dur minta
ditidurkan di lantai agar badannya menjadi enak.



Tim dokter mulai berdatangan dan menyiapkan sejumlah peralatan. Rekomendasi
tim dokter menyebutkan Gus Dur perlu tindakan khusus sehingga dibawa ke
Ruang Pacu Jantung Terpadu. Perawatan di ruang itu dilakukan secara intensif
sehingga tidak boleh ditemani.



Setelah ditangani khusus, kesehatan Gus Dur kembali membaik dan sempat
meminta untuk diperdengarkan buku audio (audiobook). Dengan kondisi itu
dinilai menunjukkan adanya perbaikan kondisi Gus Dur.



Sekitar pukul 15.00, Bambang diberi tahu Yusuf, kondisi Gus Dur perlu
diawasi serius untuk menaikkan tekanan darahnya. Pukul 17.00, tekanan
darahnya tinggal 40 mmHg. Saat itulah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
datang.



Presiden menemui istri Gus Dur, Ny Sinta Nuriyah Wahid. Setelah itu, masuk
ke ruang perawatan. Turut mendampingi Presiden adalah tim dokter dan suami
putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid, Dhohir Farisi.



Yusuf menambahkan, saat Gus Dur kritis, tim dokter melakukan perawatan
intensif untuk memperbaiki pernapasan Gus Dur dengan melakukan resusitasi.
Dokter juga menyiapkan tindakan khusus untuk mengeluarkan darah beku di
dinding pembuluh darah besar di perut (aorta abdominal). Namun, belum sempat
tindakan itu dilakukan, Gus Dur wafat.



Memburuknya kondisi kesehatan Gus Dur dimulai sejak kunjungan silaturahim
dan ziarah yang dilakukan pada 24 Desember lalu. Gus Dur berangkat dari
Jakarta ke Semarang dengan pesawat, dilanjutkan perjalanan darat ke Rembang,
Jawa Tengah, untuk menemui KH Mustofa Bisri. Dari Rembang, ia melakukan
perjalanan darat ke Jombang, Jawa Timur.



Saat di Jombang itulah kondisi kesehatan Gus Dur memburuk dengan gula
darahnya turun. Namun, hal itu dinilai biasa dan dengan cepat ditangani
dokter di Jombang.



Dokter sempat merujuk Gus Dur dirawat di RSUD dr Soetomo, Surabaya. Gus Dur
tidak bersedia dirawat di rumah sakit.



Senin lalu, Gus Dur menjalani operasi gigi. Selama tiga tahun terakhir, Gus
Dur rutin menjalani cuci darah tiga kali seminggu di RSCM. Cuci darah
dilakukan pada Senin, Rabu, dan Jumat. Jika cuci darah rutin itu terlambat
dilakukan karena kesibukannya, kondisi Gus Dur memburuk yang ditandai dengan
wajah lesu dan lemas.



Pernyataan Presiden



Presiden Yudhoyono semalam menyampaikan dukacita mendalam atas nama negara,
pemerintah, dan pribadi atas meninggalnya Gus Dur. Presiden minta masyarakat
mengibarkan bendera setengah tiang selama sepekan sebagai bentuk
penghormatan dan berkabung.



Presiden memberikan pernyataan pers terkait meninggalnya Presiden Indonesia
periode 1999-2001 di Kantor Presiden. Turut mendampingi antara lain Wakil
Presiden Boediono.



Presiden menjelaskan, negara akan memberikan penghormatan tertinggi kepada
mendiang Gus Dur dengan upacara kenegaraan untuk pemakaman yang akan
dilaksanakan di Jombang, Kamis ini. Upacara akan dipimpin sendiri oleh
Presiden.



Pemberangkatan jenazah dari rumah duka di Ciganjur, Kamis pagi, akan
dipimpin Ketua MPR Taufik Kiemas. Jenazah akan diterbangkan melalui
Surabaya.



Mantan Wapres M Jusuf Kalla juga menyatakan duka mendalam atas berpulangnya
Gus Dur. ”Kita semua harus tetap menjaga semangat kebersamaan, demokrasi,
dan pluralisme yang menjadi semangat almarhum,” kata Kalla.



Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah A Syafii Maarif menilai, ”Kita
sebagai bangsa sangat kehilangan. Gus Dur sangat berjasa bagi bangsa ini,
terutama dalam konteks demokratisasi dan juga mempercepat proses
mengeluarkan pengaruh militer dalam perpolitikan kita. Banyak sekali jasa
beliau, terlepas dari sosoknya yang kontroversial.”



Syafii yakin ide Gus Dur tentang pluralisme dan demokrasi tidak akan pernah
pupus karena banyak murid, pendukung, dan penerus yang akan melanjutkan
semua ide itu. Ia juga salut dengan kebiasaan Gus Dur bersilaturahim, yang
sepatutnya ditiru banyak kalangan.



Tokoh pertanian HS Dillon juga menilai Gus Dur adalah pluralis sejati dan
memberi makna pada pemahaman Bhinneka Tunggal Ika. ”Pendukung tidak kenal
lelah hak minoritas,” katanya.



(mzw/nta/eki/ink/dwa/day/eld/ham/dis/rik)



Sumber:

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/31/03001049/selamat.jalan.gus...


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke