SELAMAT JALAN GURU BANGSA

Berkabung Nasional Tujuh Hari : Hari Ini Dimakamkan di Pondok Tebuireng





<http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/12/31/93485/SELAMAT.JALAN.GURU.BANGSA>

JAKARTA - Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Bangsa Indonesia dan dunia
internasional kehilangan sosok KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Guru
bangsa sekaligus simbol perdamaian antarsuku dan antaragama itu
menghembuskan napas terakhir di usia 69 tahun pada Rabu (30/12) pada pukul
18.45 di kamar perawatan Atrium 2 Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta
(RSCM), Jakarta.


Gus Dur tidak hanya meninggalkan keluarganya yang berkumpul di ruangan
tersebut, kehilangan besar dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia.


Tim Dokter Kepresidenan mengatakan Gus Dur mengalami komplikasi gangguan
diabetes, ginjal dan jantung. Dia masuk rumah sakit itu sejak Jumat (25/12).
Pukul 11.30 kemarin, kondisinya memburuk. Selepas magrib kondisinya kritis,
hingga berpulang.


Di saat-saat itu, tepatnya pukul 18.00 hingga 19.00, Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono membesuk. SBY bahkan ikut menyaksikan detik-detik terakhir Gus Dur
menghadap sang pencipta. Sejumlah pejabat negara lainnya juga ada di
saat-saat terakhir Gus Dur.


Saat keranda mayat keluar dari ruang perawatan pukul 20.50, putri Gus Dur,
Zannuba Arifah Chafsoh atau Yenny, tak kuasa menahan tangis. Dia terbaring
lemah di sofa sambil menangis. Hingga akhirnya beberapa saat kembali masuk
kembali di ruang tempat Gus Dur dirawat ditemani beberapa keluarga.


Suaminya, politisi Partai Gerindra, Dhohir Farisi, tampak berusaha
menenangkan Yenny. Sementara istri Gus Dur, Shinta Nuriyah, tampak berduka.
Perempuan yang berbaju coklat itu duduk di kursi roda dan menerima ucapan
duka cita dari para kerabat.


Effendi Choirie atau Gus Choi memimpin acara tahlilan di RSCM. Sekitar 20
orang tampak mengikuti pembacaan Surat Yasin, yang digelar di luar ruangan
tempat jenazah Gus Dur disemayamkan.


Jenazah semalam dibawa ke kediaman di Jl Warung Sila 30, RT 02/ RW 05,
Ciganjur, Jakarta Selatan. Dua mantan Presiden, Megawati Soekarnoputri dan
BJ Habibie tampak melayat. Tak sepatah kata pun diucapkan kedua mantan
presiden itu.


Megawati mengenakan blus merah lengan panjang dan Taufik Kiemas mengenakan
jas abu-abu dan hem putih. Sekitar 10 Menit sebelumnya, BJ Habibie datang ke
lokasi.


Selain kedua mantan Presiden itu, tampak pula Wali Kota Depok Nurmahmudi
Ismail dan mantan Menristek era Gus Dur, AS Hikam dan anggota Wantimpres
Adnan Buyung Nasution.


Hari ini jenazah Gus Dur akan dimakamkan di komplek pemakaman keluarga di
Ponpes Tebuireng, Jombang, Jatim. Adik kandung Gus Dur, KH Sholahudin Wahid,
menyatakan, sesuai tradisi, seluruh keluarga Bani Hasyim dimakamkan di
komplek pemakaman keluarga tersebut. Di komplek pemakaman itu, kakek Gus Dur
KH Hasyim Asy’ari dan ayahnya KH Wahid Hasyim dimakamkan.


Wafatnya Gus Dur meninggalkan duka mendalam bagi pengasuh Pondok Pesantren
Raudlatut Thalibin Desa Leteh, Kecamatan Rembang Kota KH Mustofa Bisri (Gus
Mus) dan keluarga. Setelah mengetahui kabar wafatnya cucu dari pendiri
Nahdlatul Ulama itu, Gus Mus seperti yang diutarakan keponakannya Adib Bisri
Chatani (Gus Adib) langsung menitikkan air mata. ’’Gus Mus minta maaf.
Beliau belum bersedia diwawancarai dulu. Beliau masih berduka,’’ kata Gus
Adib.


Dalam pesan singkat (SMS), Gus Mus menyatakan masih teringat enam hari lalu
saat Gus Dur ke pondok itu sekitar 3 jam. Gus Dur lalu melanjutkan
perjalanan ke Jombang sebelum drop dan masuk rumah sakit. Ia mengaku tidak
memiliki firasat Gus Dur hendak ’’pamit’’.


Di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien yang diasuh sahabat Gus Dur itu,
begitu mendengar kabar duka itu langsung menggelar sholat ghoib yang diikuti
oleh ratusan santri dan beberapa tetangga dekat. Mereka juga menggelar doa
bersama dan tahlilan untuk Gus Dur.


KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang menjadi juru bicara keluarga Gus Mus
mengatakan, Gus Dur adalah sosok besar bagi Indonesia. ’’Dalam kondisi sehat
hingga sakit selama 12 tahun belakangan, Gus Dur selalu memikirkan dan
bekerja keras untuk mengubah kondisi bangsa ini. Apabila Gus Dur memimpin
Indonesia ini dalam kondisi sehat, bangsa ini saya yakin akan sudah lepas
dari keterpurukannya,’’ kata mantan juru bicara kepresidenan di era Gus Dur
itu.


Dia mengaku Gus Dur percaya dan selalu berusaha untuk merealisasikan
cita-cita Presiden pertama RI Soekarno. ’’Gus Dur percaya akan cita-cita
Soekarno. Beliau juga selalu berusaha untuk merealisasikan cita-cita
Soekarno. Gus Dur menganggap bangsa ini tidak semestinya merdeka pada label
saja, tapi juga harus merdeka secara hakiki,’’ tambahnya.


Gus Yahya mengaku terakhir kali bertemu Gus Dur pada 24 Desember. Saat itu
Gus Dur tiba-tiba saja berkunjung ke Rembang untuk silaturahmi dengan Gus
Mus. Dari pengamatannya, Gus Dur saat itu terlihat sangat segar. ’’Saat
terakhir kali bertemu, Gus Dur masih berbicara tentang kondisi bangsa ini
dan usulan solusi untuk mengakhiri kondisi terakhir bangsa,’’ tandas dia.



Humanis dan Teguh



Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyatakan tidak hanya bangsa Indonesia
yang merasa kehilangan sosok Gus Dur, tapi juga dunia internasional. “Karena
sosok Gus Dur sudah diakui oleh dunia internasional sebagai perekat
persaudaraan antar umat beragama,” katanya.


Rohaniawan Romo Muji Sutrisno mengatakan, Gus Dur merupakan bapak dan guru
bangsa. Dialah pemimpin Islam yang penuh toleransi, humanis dan teguh dalam
bersikap untuk mewujudkan Indonesia lebih baik dan berbudaya.


’’Gus Dur terlalu kecil bila hanya sebagai presiden, mengambil posisi
politik. Dia adalah bapak bangsa, yang mencitakan peradaban Indonesia
maju,’’ ujar Muji di depan ruang perawatan Gus Dur.


Mantan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengingatkan bahwa Gus Dur
merupakan tokoh berpendirian kuat yang diperhitungkan, tidak hanya di
Indonesia. Kontroversi yang sering menyelimuti Gus Dur dianggapnya biasa,
karena niatnya adalah memajukan negeri dan kemaslahat umat.


Penilaian sama diungkapkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly
Asshidiqie. ’’Adalah pemimpin yang layak dicontoh. Jarang sekali pemimpin
seperti Gus Dur. Saat ini kita butuh pemimpin seperti beliau yang tidak
terseret arus. Pemimpin saat ini takut terhadap massa,’’ katanya.


Ucapan duka dan belasungkawa mengalir kepada Gus Dur. “Kita kehilangan Gus
Dur, seorang maha guru bangsa yang dihormati dunia. Ia simbol perdamaian
antar suku dan agama. Ia juga berjasa besar dalam penegakkan HAM dan
perjuangan keadilan,” ungkap Koordinator Kontras Usman Hamid.



Bendera Setengah Tiang



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan Hari Berkabung Nasional atas
meninggalnya Gus Dur. SBY meminta agar masyarakat mengibarkan bendera
setengah tiang selama satu pekan penuh.


“Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia mulai besok (hari ini) mengibarkan
bendera setengah tiang selama tujuh hari sebagai rasa duka dan berkabung
yang mendalam atas kepergian Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid,” kata
Presiden dalam keterangan pers di Kantor Presiden.


Presiden mengatakan, dirinya akan memimpin langsung upacara kenegaraan
pemakaman yang sedianya akan dilangsungkan di Jombang pagi ini.


“Negara ingin memberikan penghormatan tertinggi dalam acara pemakaman dan
akan dilaksanakan di Jombang dengan upacara kenegaraan yang akan saya pimpin
sendiri,” kata Presiden.


Kepala Negara juga mengatakan, ia sudah berkoordinasi dengan Ketua MPR
Taufiq Kiemas agar dapat bertindak sebagai pemimpin upacara dalam
pemberangkatan jenazah dari kediaman pribadinya di  Ciganjur menuju ke
tempat pemakaman di Jombang.


Mantan pengacara Bibit-Candra, Taufik Basari, mengatakan Indonesia
kehilangan tokoh besar dunia. ”Sosok yang berani melawan ketidakadilan,
membela kaum tertindas tanpa memandang latar belakang.” (J21,K24,
H19,J13,dtc,ant-60)



Sumber:

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/12/31/93485/SELAMAT.JALAN.GURU.BANGSA


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke