------------ --------- ---

From:
Date: 2009/12/31
To: iesp-un...@yahoogro ups.com, bappenas2007@ yahoogroups. com

Gus Dur tentang Krisis Ekonomi





Ketika Gus Dur menjadi Presiden RI, beliau mengirim tim ekonominya ke AS untuk 
bertemu dan meminta pandangan Presiden Bill Clinton tentang Ekonomi Indonesia 
yang saat itu sedang didera krisis. 

Sesampainya di AS, tim ekonomi disambut di Gedung Putih namun dengan nada yang 
sangat pesimis.“Kami di AS punya Johny CASH (aktor di Las Vegas), Stevie WONDER 
(penyanyi kondang), dan Bob HOPE (pelawak tenar)” demikian sambut Clinton. 
“Anda di Indonesia, tidak punya CASH (uang tunai), tidak ada WONDER 
(keajaiban), jadi tidak ada HOPE (harapan) …. CASHLESS, WONDERLESS, dan 
HOPELESS!” Tegas Bill. 

Tim ekonomi Indonesia pun pulang dengan wajah tertunduk lesu.Sesampainya di 
Istana Merdeka, Tim ekonomi melapor kepada Presiden Gus Dur.“Gimana hasil 
kunjungan ke AS?” Sapa Gus Dur.Ketua Tim ekonomi pun berkeluh kesah:“Wah, payah 
Gus! Menurut Clinton Indonesia tidak punya Johny CASH, Stevie WONDER, dan Bob 
HOPE. Jadi kita CASHLESS, WONDERLESS, dan HOPELESS! Pendeknya susah deh, 
Gus!”Sambil senyum-senyum, Gus Dur menjawab dengan jenaka dan cerdik:”Gitu aja 
kok repot!!! Kita memang tidak punya Johny CASH, Stevie WONDER, dan Bob HOPE…. 
Tapi kita punya banyak SLAMET, HARTO, dan UNTUNG!!!”

He he he .. :-) :-) Gus Dur memang muantab
----------
From: Yayan . <shazame...@yahoo. com>
Date: 2009/12/31
To: iesp-un...@yahoogro ups.com








Obrolan Presiden
Saking udah bosannya keliling dunia, Gus Dur coba cari suasana di pesawat 
RI-01. Kali ini dia mengundang Presiden AS dan Perancis terbang bersama Gus Dur 
buat keliling dunia. Boleh dong, emangnya AS dan Perancis aja yg punya pesawat 
kepresidenan. Seperti biasa... 
setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya. 

Tidak lama presiden Amerika, Clinton mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian 
dia berkata: "Wah kita sedang berada di atas New York!"

Presiden Indonesia (Gus Dur): "Lho kok bisa tau sih?" 

"Itu.. patung Liberty kepegang!", jawab Clinton dengan bangganya. 

Ngga mau kalah presiden Perancis, Jacques Chirac, ikut menjulurkan tangannya 
keluar. "Tau nggak... kita sedang berada di atas kota Paris!", katanya dengan 
sombongnya. 

Presiden Indonesia: "Wah... kok bisa tau juga?" 

"Itu... menara Eiffel kepegang!", sahut presiden Perancis tersebut. 

Karena disombongin sama Clinton dan Chirac, giliran Gus Dur yang menjulurkan 
tangannya keluar pesawat...
"Wah... kita sedang berada di atas Tanah Abang!!!", teriak Gus Dur.

"Lho kok bisa tau sih?" tanya Clinton dan Chirac heran karena tahu Gus Dur itu 
kan nggak bisa ngeliat. 

"Ini... jam tangan saya ilang...", jawab Gus Dur kalem.



Menebak usia mumi
 
Ini cerita Gus Dur beberapa tahun yang lalu, sewaktu jaman orde baru . Cerita 
tentang sayembara menebak usia mumi di Giza, Mesir . Puluhan negara diundang 
oleh pemerintah Mesir, untuk mengirimkan tim ahli paleoantropologinya yang 
terbaik . Tapi, pemerintah Indonesia lain dari yang lain, namanya juga jaman 
orde baru yang waktu itu masih bergaya represif misal banyaknya penculikan para 
aktivis . Makanya pemerintah mengirimkan seorang aparat yang komandan intel .

Tim Perancis tampil pertama kali, membawa peralatan mutakhir, ukur sana ukur 
sini, catat ini dan itu, kemudian menyerah tidak sanggup . Pakar Amerika perlu 
waktu yang lama, tapi taksirannya keliru . Tim Jerman menyatakan usia mumi itu 
tiga ribu dua ratus tahun lebih sedikit, juga salah . Tim Jepang juga menyebut 
di seputar angka tersebut, juga salah .

Giliran peserta dari Indonesia maju, Pak Komandan ini bertanya pada panitia, 
bolehkah dia memeriksa mumi itu di ruangan tertutup .

"Boleh, silahkan," Jawab panitia .

Lima belas menit kemudian, dengan tubuh berkeringat pak komandan itu keluar dan 
mengumumkan temuannya kepada tim juri .

"Usia mumi ini lima ribu seratus dua puluh empat tahun tiga bulan tujuh hari," 
Katanya dengan lancar, tanpa keraguan sedikit pun .

Ketua dan seluruh anggota tim juri terbelalak dan saling berpandangan, heran 
dan kagum . Jawaban itu tepat sekali ! Bagaimana mungkin pakar dari Indonesia 
ini mampu menebak dengan tepat dalam waktu sesingkat itu ? hadiah pun diberikan 
. Ucapan selamat mengalir dari para peserta, pemerintah Mesir, perwakilan 
negara-negara asing dan sebagainya dan sebagainya . Pemerintah pun bangga bukan 
kepalang .

Menjelang kembali ke Indonesia, Pak komandan dikerumuni wartawan dalam dan luar 
negeri di lobby hotel . 

"Anda luar biasa," kata mereka . " Bagaimana cara anda tahu dengan persis usia 
mumi itu?"

Pak komandan dengan enteng menjawab,"saya gebuki, ngaku dia.

-- 
http://blogs. unpad.ac. id/Ari_Tj/
http://aritj. blogspot. com/





. 








      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke