Jawa Pos [ Senin, 04 Januari 2010 ]
Negara Miskin, tapi Kaya PADA awal 2010, kondisi ekonomi bangsa Indonesia masih karut-marut. Angka kemiskinan masih memuncak hingga 15 persen. Ditambah kasus Bank Century yang belum menemukan titik akhir. Ironisnya, pemerintah mengambil keputusan yang sangat menyayat hati rakyat. Pengadaan mobdin (mobil dinas) menteri dengan anggaran yang melambung dari perencanaan. Mobdin yang pada awalnya dianggarkan Rp 400 juta per unit berubah menjadi Rp 810 unit. Jika perhitunganya ditambah dengan pajak penghasilan barang mewah (PPnBM), harga satu unit mobil generasi ke-13 Toyota Crown Rp 1,3 miliar. Ironis memang. Di tengah kemiskinan dan ribuan rakyat kelaparan, ratusan balita mengidap gizi buruk, dan ribuan anak putus sekolah, pemerintah masih mampu mengeluarkan uang untuk membeli mobdin. Kalau untuk kesejahteraan rakyat, pemerintah merasa miskin dan mengatakan tidak ada anggaran. Kalau untuk memfasilitasi pejabat, negara menjadi kaya. Anggaran berapa pun, negara bisa menyediakan. (*) *). Budi Ati Istikomah, mahasiswi Jurusan Statistika ITS, Surabaya [Non-text portions of this message have been removed]

