http://www.bangkapos.com/detail.php?section=1&category=14&subcat=8&id=12936

Harga Bahan Pangan Naik 

TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG - Harga gula semakin tak 'manis'. Mengawali tahun 
2010, harga gula pasir di Tanjungpandan menanjak menyentuh Rp 12.000/kilogram 
(kg). Harga ini naik rata-rata Rp 500-Rp 1.000/kg dari harga sebelumnya Rp 
11.000-Rp 11.500/kg. Sementara di Manggar harga gula sudah mencapai Rp 
12.000/kg dari sebelumnya Rp 10.000/kg pada awal bulan Desember 2009. Konsumen 
pun mengeluhkan kenaikan harga gula ini. 


Tak hanya gula, harga beras pun ikut-ikutan naik. Secara bertahap, sejak bulan 
Desember lalu di Belitung Timur semua jenis beras dari berbagai merek dan 
kemasan naik sekitar Rp 3.000/karung hingga Rp 4.000/karung. Hingga awal bulan 
Januari 2010 sudah beberapa kali naik dengan rata-rata Rp 2.000/karung. 


Mariana, seorang ibu rumah tangga di Tanjungpandan, mengaku sempat kaget dengan 
kenaikan harga gula. Gula pasir biasa dibelinya dengan harga Rp 10.500/kg atau 
Rp 11.000/kg. "Tadi pagi saya beli harga gula sudah Rp 12.000/kg," katanya 
ditemui Grup Bangka Pos, Selasa (5/1).


Kenaikan harga gula ini cukup mengganggu biaya hidup yang harus dikeluarkan 
masyarakat. Belum lagi jika diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan pokok 
lainnya. "Cukup membingungkan jika harganya terus naik. Saat ini memang masih 
belum terasa dampaknya," ujarnya.


Ia meminta pemerintah daerah dapat menyikapi kenaikan harga kebutuhan pokok 
ini. "Kalau bisa pemerintah dapat sedikit lebih memberikan perhatian kepada 
masyarakat dengan kenaikan harga gula ini," tegasnya.
Anam, pedagang Toko Beta Raya di Tanjungpandan, mengungkapkan, beberapa harga 
kebutuhan pokok memang naik dalam beberapa pekan ini. Kenaikan telah terjadi di 
tingkat agen besar, sehingga pedagang eceran seperti dirinya terpaksa harus 
menaikan harga. 


"Sebelumnya kita jual gula dengan harga Rp 10.500 - Rp 11.000/kg. Namun, sejak 
tiga minggu terakhir kita juga sudah Rp 12.000/kg," kata Anam yang tidak dapat 
memastikan hingga kapan harga tersebut akan segera normal kembali. 
Para penjual barang kebutuhan pokok di Manggar umumnya menaikkan harga eceran 
beras Rp 500/kg. Harga beras termurah Rp 6.000/kg, yakni beras bulog. Harga 
minyak goreng curah juga dikabarkan mengalami kenaikan sekitar Rp 
13.000/jeriken menjadi Rp 150.000/jeriken, dari sebelumnya Rp 137.000/jeriken. 
Namun sejumlah pedagang belum menaikkan harga eceran minyak goreng.


"Kalau harga gula pasir mulai naik jadi Rp 12.000/kg sudah sekitar satu bulan 
ini. Sedangkan beras juga naik baru-baru ini. Rata-rata sekali naik Rp 
2.000/karung untuk semua jenis beras. Minyak goreng juga sudah mulai naik, tapi 
kita masih jual seperti harga biasanya," ungkap Ersina, pengelola toko barang 
kebutuhan pokok di Pasar Manggar, kepada Grup Bangka Pos, Selasa (5/1).


Ia menuturkan, harga beras masih belum stabil karena harga dari agen di 
Tanjungpadan sering kali berubah. 
"Susah mau jualnya. Kita beli dari agen sudah naik. Waktu kita jual dengan 
harga yang baru orang-orang pada ngomel. Harga beras naik terus, jadi serba 
susah. Gula pasir gitu juga. Sekarang kita jual gula pasir kemasan yang ada 
mereknya, harganya sama dengan gula pasir eceran biasa Rp 12.000/kg," keluh 
Aming, pengelola toko barang kebutuhan pokok di Jalan Tengah, Desa Padang, yang 
mengaku saat ini terpaksa tidak membeli persediaan beras dalam jumlah banyak.


Para pemilik warung kopi yang kesehariannya membutuhkan gula dalam jumlah tidak 
sedikit untuk melengkapi kopi, teh maupun minuman lainnya juga mengeluhkan 
kenaikan harga gula. 


Markus, pemilik warung kopi di kawasan Pasar Manggar, mengatakan, meskipun saat 
ini harga gula pasir sudah mulai naik, ia tak bisa serta merta menaikkan harga 
minuman dagangannya. Kenaikan harga minuman harus dipelajari diperhitungkan 
dengan cermat, apalagi saat ini jumlah pengunjung warung kopi sedang tidak 
sebanyak biasanya. 


"Kalau harga gula terus-terusan naik, paling kita ikut menyesuaikan juga. Tapi 
untuk saat ini kita belum menaikkan harga minuman yang ada di warung. Masih 
bisa ditutupi dengan yang lainnya, meskipun ujungnya (untung) sudah tidak 
seberapa," ungkap Markus. (bev/i6


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke