http://www.antaranews.com/berita/1262875041/penumpang-sriwijaya-air-panik

Penumpang Sriwijaya Air Panik

Kamis, 7 Januari 2010 21:37 WIB | Peristiwa | Umum | 
Makassar (ANTARA News) - Salah seorang penumpang Sriwijaya Air yang mengalami 
pecah ban, Kamis (7/1) menjelaskan sebelum mendarat terjadi kepanikan penumpang 
dalam pesawat.

Penumpang yang tidak ingin disebutkan namanya ini menceritakan, pesawat yang 
ditumpanginya dari Surabaya pukul 12.50 wita menuju Makassar itu mengalami 
beberapa kali guncangan hebat sebelum mendarat.

"Cuaca menjelang pendaratan sangat buruk, awan gelap dan hujan disertai 
angin,`` ujarnya yang duduk yang duduk di bagian kiri depan pesawat. Pramugari 
pun berusaha menenangkan penumpang yang panik," katanya.

Menurutnya, dia dan beberapa penumpang lainnya sempat bertanya ke pramugari 
tentang keadaan pesawat namun pramugari terus berupaya menenangkan penumpang 
dengan mengatakan tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan.

"Waktu mendarat rasanya pesawat terpaksa turun dan di rem mendadak," katanya 
sebelum akhirnya mendengar suara benturan keras.

Saat turun, ia melihat ban pesawat dalam kondisi pecah dan tim evakuasi 
kecelakaan bandara telah mengelilingi pesawat.

Selain melihat ban pesawat pecah, ia juga melihat hidung pesawat telah berada 
di luar landasan dan hampir menyentuh tanah.

Menurutnya, sebagai orang awam, keputusan pilot untuk melakukan pendaratan dan 
tidak terbang lagi untuk memperbaiki posisi pendaratan sudah tepat dalam 
kondisi cuaca buruk tersebut.

Pesawat komersial Sriwijaya Air jenis Boeing 737 seri 200 rute 
Surabaya-Makassar-Kendari, tergelincir saat mendarat di runway 31 Bandara 
Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis sekitar pukul 15.00 Wita.

Keterangan resmi Distrik Manager Sriwijaya Air Makassar Budianto menyebutkan 
pesawat tergelincir karena kerasnya hentakan saat melakukan pendaratan di 
runway 31 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Selain itu, saat mendarat, 
cuaca di bandara buruk dan landasan pacu licin.(*)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke