Marsilam Simanjuntak adalah mantan Sekretaris Kabinet di zaman pemerintahan 
Presiden Gus Dur.

Sebagaimana diketahui oleh publik, masa pemerintahan Presiden Gus Dur relatif 
tidak lama. Di dalam kurun waktu itu, sempat mencuat kasus kontroversial yang 
melibatkan sejumlah uangnya Bulog, yang dikenal publik dengan sebutan ‘kasus 
Bulog Gate’.

Selanjutnya, Marsilam Simanjuntak menjabat sebagai Kepala UKP3R di zaman 
pemerintahan Presiden SBY di periode jabatannya yang pertama.

Sebagaimana diketahui oleh publik, di akhir masa pemerintahan Presiden SBY di 
periode pertama itu, terjadi kasus kontroversial yang melibatkan uangnya LPS, 
yang dikenal publik dengan sebutan ‘kasus skandal bailout bank Century’.


Berkait dengan kasus bank Century ini, Marsilam Simanjuntak didalam 
keterangannya kepada Pansus,mengakui bahwa dirinya sebagai Kepala UKP3R memang 
hadir di rapat KSSK yang diselengarakan padaTanggal 20-21 November 2008.

Marsilam menegaskan bahwa status kehadirannya di rapat tersebut tidak 
diperintahkan dan tidak mewakili Presiden.

“Saya tidak diperintahkan Presiden, saya tidak mewakili Presiden, saya tidak 
melapor sebelum dan sesudahnya kepada Presiden. Tidak satu kata pun saya 
melapor ke presiden hingga kini mengenai rapat tersebut”, kata Marsilam 
Simanjuntak.

Apakah memang sudah selayaknya jika seorang Kepala UKP3R tidak melaporkan 
hal-hal yang dikerjakannya ?.

Layakkah itu ?, apalagi jika itu berkaitan dengan sebuah keputusan penting 
menyangkut hal besar sehingga harus membutuhkan biaya sebesar Rp. 6,7 Trilyun 
guna menanggulangi dampak sistemik yang ditimbulkan oleh adanya fraud di Bank 
Century ?.


Berkait dengan rapat KSSK tersebut, menurut transkrip rekaman yang dikutip dari 
sebuah sumber¹, di dalam rapat tersebut menteri keuangan selaku ketua KSSK 
sempat menyebut nama Robert.

“Ya udah rapat tertutup ya sekarang…ya Robert”, kata Sri Mulyani.

Apakah memang ‘Marsilam Simanjuntak’ mempunyai nama panggilan ‘Robert’ sehingga 
menteri keuangan menjadi selip lidah ?.


Selanjutnya, status kehadiran Marsilam Simanjuntak di rapat KSSK tersebut, jika 
menurut berita yang dikutip dari sebuah sumber³, didalam jumpa pers yang 
diselenggarakan di Departemen Keuangan pada hari Minggu tanggal 13 Desember 
2009 yang lalu, Marsilam mengelak saat ditanya apakah dirinya diutus khusus 
oleh presiden terkait kehadirannya dalam rapat tersebut dengan jawaban “Tanya 
langsung ke presiden”.

Sementara itu, mantan Sekretaris KSSK Raden Pardede di tempat yang sama 
mengatakan dengan jelas bahwa kehadiran Marsilam Simanjuntak dalam rapat 
tersebut adalah atas permintaan presiden.

“Kehadiran Pak Marsilam diminta Presiden untuk kerjasama dengan KSSK”, kata 
Raden Pardede.

Mengapa menurut Marsilam justru kehadirannya di rapat sepenting dan ditengah 
situasi genting seperti rapat dampak sitemiknya bank Century ini justru tanpa 
sepengetahuan Presiden ?.

Apakah Presiden SBY tidak menaruh perhatian yang besar terhadap situasi genting 
dimana negara dalam keadaan kegentingan akibat ancaman dampak sistemiknya bank 
Century ini ?.


Kemudian, jika menilik transkrip rekaman yang dikutip dari sebuah sumber², 
menteri keuangan menyebutkan bahwa Pak Marsilam (Simanjuntak) sebagai UKP yang 
memang diminta oleh Bapak Presiden untuk bekerja dengan KSSK.

Kutipan dari kalimatnya menteri keuangan tersebut adalah sebagai berikut : 
“…Kita mengundang Bapepam. Dan narasumber yang kita memang undang dalam rapat 
ini untuk bisa memberikan masukan, termasuk di dalamnya Pak Marsilam 
(Simanjuntak) sebagai UKP yang memang diminta oleh Bapak Presiden untuk bekerja 
dengan KSSK…” .

Apakah memang kehadiran Marsilam ‘Robert’ Simanjuntak sebagai narasumber di 
rapat KSSK tersebut memang diminta oleh Presiden ?.

Narasumber dalam hal apa ?.

Narasumber dalam hal seluk beluknya mekanisme Bailout ?. Atau, narasumber dalam 
hal seluk beluknya Bank Century ?.


Wallahualambishshwab.


*
Catatan kaki :
Artikel lain yang berjudul “SBY Penanggungjawab Skandal Century” dapat dibaca 
dengan mengklik di sini , dan yang berjudul “Bali berlanjut ke Century” dapat 
dibaca dengan mengklik di sini , dan yang berjudul “Sri Mulyani Algojo bagi 
Golkar” dapat dibaca dengan mengklik di sini.

*
Marsilam ‘Robert’ Simanjuntak
http://polhukam.kompasiana.com/2010/01/19/marsilam-‘robert’-simanjuntak/
*


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke