http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2010/01/19/5064.html

Selasa, 19 Januari 2010, 13:34:56 WIB

Presiden Prihatin Munculnya Politik Adu Domba

*Presiden SBY saat menyampaikan pengarahan pada pembukaan Rakernas VI APKASI di 
Pendopo Kabupaten Madiun, Selasa (19/1) siang. (foto: abror/presidensby.info)

Madiun: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono prihatin karena tiba-tiba di negeri 
ini muncul suasana politik yang aneh dan cenderung tidak sehat. Muncul kembali 
intrik, politik pecah belah dan adu domba. Fitnah, yang tidak ada jadi ada, 
atau sesuatu yang keluar dari aturan, konstitusi atau undang-undang.

“Kemarin setelah Isya, saya mendapat berita yang mengagetkan. Beredar di 
Jakarta, sampai pada tingkat kasar yang mengatakan Presiden akan segera 
mengganti Menkeu,” kata SBY saat membuka Rapat Kerja Nasional VI Asosiasi 
Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Pendopo Kabupaten Madiun, 
Jawa Timur, Selasa (19/1) siang.

“Muncul sekarang kemungkinan spekulan bekerja, mengganggu stabilisasi nilai 
tukar rupiah. Yang tidak ada jadi ada. Sebelum saya masuk ruangan ini ada sms, 
Presiden ada dinamika di tingkat pasar seperti ini. Ini politik fiksi, yang 
tidak ada jadi ada, politik adu domba, mungkin diadu antara Menkeu dengan 
Presiden. Disebutkan yang akan mengganti inisialnya AA. Saya nggak tahu siapa 
AA itu,” Presiden SBY menandaskan.

Sumbernya, lanjut SBY, katanya berasal dari Golkar. Mengadu antara Ketua Umum 
Golkar dengan SBY. ”Luar biasa itu, kreatif, tapi kreatif yang buruk, tidak 
membawa kebaikan bagi kehidupan masyarakat. Hal-hal seperti itu, yang tidak ada 
jadi ada, kenapa tiba-tiba muncul yang seperti itu? Dulu pernah, tapi 
sesungguhnya dengan kesadaran hidup berbangsa dan bernegara, dan penataan dalam 
pembangunan ini, kita harusnya sudah melewati masa-masa seperti itu, yang dulu 
pernah terjadi di negeri kita,” SBY menjelaskan.

”Yang saya inginkan, mari kita selamatkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa 
dan bernegara kita. Mari bangun terus society, kalau ini tidak kita cegah dan 
akhirnya terus berkembang di negeri tercinta, kasihan rakyat. Rakyat merasa 
tidak tenteram, rakyat takut ada bayangan apa lagi di Indonesia. Ingat krisis, 
kejadian dulu-dulu yang menimbulkan kejadian tidak baik,” ujar SBY.

Presiden mengajak masyarakat untuk menjadi pelaku demokrasi yang baik. 
”Menggunakan hak dan kebebasan kita dengan baik, berpartisipasi dalam politik 
dengan baik, yang amanah, bermartabat, berperilaku yang baik. Itu ajakan dan 
harapan saya sebagai Kepala Negara sebagai semua komponen bangsa untuk 
menjalankan kehidupan negara yang benar sesuai dengna nilai-nilai peradaban 
yang mulia yang menjadi tujuan dan cita-cita kita semua,” SBY menegaskan. (mit)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke