http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=2011200920111888
TAHUN 2010, TNI PRIORITASKAN MODERNISASI ALUTSISTA
19 Jan 2010
KOOPSAU II (19/1),- Modernisasi Alat Utama Sistem Senjata
(Alutsista) menjadi salah satu prioritas TNI dalam memasuki tahun anggaran
2010. Diluar itu, pembentukan satuan baru dan peningkatan status satuan
juga merupakan prioritas-prioritas lain yang ingin di capai TNI dalam rangka
mencapai kekuatan pokok minimum.
Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, mengatakan, mencermati
persepsi ancaman kedepan, baik dari dalam maupun luar negeri, TNI tengah
menyusun program pembangunan kekuatan yang menuju kepada kekuatan pokok
minimum dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI dan menciptakan daya tangkal
terhadap segala ancaman.
”Modernisasi Alutsista untuk memantabkan dan mengembangkan kekuatan
matra darat, matra laut dan matra udara serta meningkatkan profesionalisme
prajurit TNI” kata Panglima TNI dalam amanat tertulis pada upacara bendera
bulanan di Makoopsau II, Makassar, yang dibacakan Kepala Staf (Kas) Koopsau II
Marsekal Pertama (Marsma) TNI Boy Syahril Qomar, SE, Senin (18/1).
Upacara yang diikuti seluruh prajurit dan PNS Makoopsau II itu, diisi dengan
pengibaran bendera merah putih, pembacaan pembukaan UUD’45, pengucapan Sapta
Marga dan pembacaan Panca Prasetya Korpri.
Menurut Panglima TNI, program pembangunan kekuatan TNI juga terkait
dengan upaya menegakkan NKRI di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar
yang dinilai rawan konflik sebagai akibat belum tuntasnya perundingan batas
wilayah serta kesenjangan ekonomi antara penduduk perbatasan negara tetangga
dengan negara Indonesia. Dalam konteks ini, TNI sangat mendukung langkah
pemerintah membentuk Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Terpadu dan Badan
Pengelola Daerah Perbatasan Terpadu.
Terkait dengan modernisasi Alutsista, Panglima TNI sepenuhnya akan
mengikui kebijakan pemerintah untuk menggunakan secara optimal produksi
industri pertahanan dalam negeri. ”Menurut hemat saya, kebijakan tersebut amat
strategis, karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap Alutsista industri
pertahanan negara lain” jelas Panglima TNI.
[Non-text portions of this message have been removed]