http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=2011200920111892
KASAL BUKA DIKREG SESKOAL ANGKATAN KE 48 TAHUN 2010
19 Jan 2010
DISPENAL (19/1),- Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana
Pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E. mengatakan bahwa Kepala Staf Angkatan Laut,
Laksamana Madya TNI Agus Suhartono, S.E. membuka Pendidikan Regular Seskoal
Angkatan ke-48 di Auditorium Seskoal, Bumi Cipulir, Jakarta Selatan (18/01).
Dikreg Seskoal Angkatan ke-48 tahun ajaran 2010 ini diikuti oleh 146 orang
Perwira Siswa (Pasis) yang terdiri dari Pasis TNI AL sebanyak 137 orang serta 9
orang pasis dari mancanegara diantaranya Amerika Serikat, Australia, China,
India, Jepang, Malaysia, Srilangka, Singapura serta Timor Leste.
Sebagai lembaga pendidikan pengembangan umum tertinggi di lingkungan TNI AL,
Seskoal mengemban tugas mendidik para perwira menengah terpilih, untuk
disiapkan menjadi kader pemimpin TNI AL di masa mendatang. Melalui pendidikan
ini, para Perwira Siswa dibekali berbagai pengetahuan dan kemampuan olah pikir
konseptual pada tataran strategis. Sehingga dalam menyusun kurikulum pelajaran,
tetap berpedoman kepada tuntutan keluaran hasil didik yang nantinya ditempatkan
pada bidang tugas level perencanaan kebijakan.
Saat ini arus globalisasi yang merubah hubungan antar negara menjadi transparan
melintasi batas antar negara. Sehingga hal ini akan memp.sngaruhi bangsa-
bangsa yang tidak memiliki karakter dan jati diri yang kokoh akan hanyut oleh
derasnya arus globalisasi. Selain itu pula pada domain pertahanan sudah sampai
pada peperangan generasi keempat yang aktor pelakunya bukan hanya Negara tapi
juga aktor non negara (Non-State Actor) mulai muncul dan menjadi ancaman bagi
dunia intemasional.
Disamping munculnya teknologi persenjataan yang semakin canggih dengan
kemampuan daya hancur lebih hebat namun dengan ukuran lebih ringkas dan praktis
pengoperasiannya. Ini menunjukkan semakin kompleksnya peperangan era millennium
ini. Indonesia sebagai Negara Kepulauan memiliki konsekuensi menjamin
terselenggaranya Keamanan di laut bagi setiap kapal yang menggunakan perairan
nasional Indonesia. TNI AL sebagai penegak hukum dan kedaulatan negara di laut
dalam hal ini dituntut untuk dapat memainkan peran serta mampu melaksanakan
tugas dan fungsinya dengan baik. Sedangkan hingga saat ini masih sering terjadi
di wilayah perairan kita pelanggaran hukum dan gangguan keamanan di laut
seperti perompakan, pembajakan, illegal fishing, illegal logging, illegal
migran, eksploitasi sumber daya alam secara illegal, penyelundupan dan
perusakan ekosistem laut. Hal tersebut tentu sangat merugikan kepentingan
Bangsa Indonesia.
Dihadapkan pada kondisi tersebut, diharapkan melalui pendidikan regular seskoal
ini akan menghasilkan Perwira-perwira yang memiliki tingkat kemampuan Profesi
yang tinggi, antisipasif dan adaptis terhadap dinamika yang terjadi dimasa
yang akan datang sehingga dapat mengembangkan kemampuan untuk menjadi lebih
kreatif, inovatif dan pro aktif dalam mengatasi berbagai persoalan serta dalam
situasi kritis dapat mengambil keputusan secara cermat, cepat dan tepat dengan
tetap bertumpu pada pertimbangan efektifitas dan efesiensi.
[Non-text portions of this message have been removed]