http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=2011200920111889

KODAM JAYA PERINGATI TAHUN BARU HIJRIYAH 1431 H
19 Jan 2010

            KODAM JAYA (19/1),- Inspektur Kodam Jaya Kolonel Inf Amrid Salas 
Kembaren mewakili Panglima Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta Mayor Jenderal 
TNI Darpito Pudyastungkoro S.Ip MM dalam acara memperingati Tahun Baru Hijriyah 
1431 H, bertempat  di Aula Sudirman Makodam Jaya  Jl. Mayjen Sutoyo No. 5 
Cililitan Jakarta Timur, Senin (18/01).

Hadir pada acara tersebut   Asisten Perencanaan Kodam Jaya, para Asisten Kasdam 
Jaya, Perwira LO AU dan AL, para Kabalak dan Komandan Satuan jajaran Kodam 
Jaya/Jayakarta, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Jaya dan pengurus 
Persit Kartika Chandra Kirana PD Jaya. Peringatan Tahun Baru 1431 Hijriyah 
dengan Thema  ”Jadikan Hikmah Tahun Baru Hijriyah 1431 Hijriyah Untuk 
Meningkatkan Kemampuan Prajurit sebagai Alat Pertahanan Negara yang Dilandasi 
Kekuatan Moral dan Kultural Bangsa Menuju Hari Esok Yang Lebih Baik”. Acara ini 
menampilkan penceramah adalah Kolonel Purn Drs H. Kirman Wibowo dari Pimpinan 
Yayasan Al Arif dari Lubang Buaya Pondok Gede Bekasi. Sedangkan pembaca ayat 
suci Al Qur’an  Ny Mardiatun, S.Ag dari Persit KCK Cabang 11 Yonif 202/TM.

          Dalam sambutan tertulis Pangdam Jaya yang dibacakan Irdam Jaya 
menyampaikan bahwa Tahun Baru Hijriyah merupakan penanggalan umat Islam yang 
didasarkan kepada Hijriyah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Awal 
Hijriyahnya Nabi Muhammad SAW ini oleh umat Islam dijadikan awal penanggalan 
Hijriyah yang sampai sekarang bisa kita dapati bersama disetiap tanggalan yang 
ada disekitar kita. Disamping itu juga diharapkan kita bisa mengambil suri 
tauladan dan pelajaran tentang perjuangan dan pengabdian beliau dalam rangka 
meningkatkan pengabdian kita kepada Bangsa dan Negara yang dilandasi dengan 
kekuatan moral dan kultural bangsa.

          Pangdam Jaya/Jayakarta juga mengajak kepada kita semua agar 
senantiasa arif dan bijaksana dalam menghadapi setiap persoalan, yang menjadi 
penekanan Panglima yaitu masalah kemerosotan nilai-nilai moralitas dalam 
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ini sangat ironis bila kita menengok 
kebelakang dan melihat sumber moralitas yang telah kita sepakati bersama untuk 
menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara seperti Pancasila, UUD 1945 
dan Perundangan-undangan lainnya. Upaya untuk meminimalisir gejala tersebut 
sudah sepatutnya kita membangun tata kehidupan masyarakat yang baik dan 
peradaban bangsa yang unggul serta mulia. Kedua kondisi ini perlu dimiliki agar 
Indonesia benar-benar menjadi bangsa yang maju, bermartabat dan sejahtera 
sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang tenteram dan damai. 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke