http://health.detik.com/read/2010/01/20/173212/1282696/766/psikolog-mampu-deteksi-kebohongan-lewat-tulisan

Rabu, 20/01/2010 17:32 WIB

Psikolog Mampu Deteksi Kebohongan Lewat Tulisan

Nurul Ulfah - detikHealth

Haifa, Mulut bisa saja berbohong, tapi kadang gesture tubuh tidak bisa 
menutupinya. Beberapa psikolog berhasil mengidentifikasi orang yang berbohong 
hanya dengan gaya menulisnya.

Selama bertahun-tahun, psikolog berusaha memecahkan misteri karakteristik 
tulisan tangan. Deteksi tulisan tangan akan sangat membantu dalam mengenal 
kepribadian seseorang dan untuk beberapa kasus bisa menentukan apakah seseorang 
bersalah atau tidak.

Saat ini untuk mendeteksi kebohongan, pihak berwenang memilih menggunakan 
Polygraph. Cara kerja Polygraph adalah dengan mencatat dan merekam seluruh 
respons tubuh secara simultan dengan menerapkan sensor pembaca fungsi organ 
pada tubuh seseorang ketika diberi pertanyaan.

Secara sederhana, ketika seseorang berbicara, ucapan yang dikeluarkannya akan 
menghasilkan reaksi psikologis yang akan mempengaruhi kerja organ tubuh seperti 
jantung, kulit, dan lainnya.

Dan ketika ia berbohong, sensor Polygraph akan membaca detak jantung yang lebih 
kencang, nafas kurang teratur, tubuh berkeringat dan tekanan darah yang 
meningkat.

Kini, tim dari University of Haifa berhasil membaca kebohongan lewat tulisan 
tangan. Dengan menggunakan alat yang mengkomputerisasi tulisan tangan, 
kebohongan bisa terdeteksi.

Beberapa faktor yang diukur saat deteksi tulisan tangan adalah perbandingan 
antara berapa lama pena berada di atas kertas dengan di udara, ukuran tulisan 
dan tekanan pada permukaan kertas.

Peneliti meminta partisipan untuk menuliskan suatu hal atau sebuah cerita di 
atas kertas. Partisipan bebas menulis cerita bohong atau cerita asli.

Dengan menganalisa hasil tulisan, peneliti bisa tahu siswa mana yang menulis 
cerita asli dan siswa mana yang menulis cerita palsu. Ada perbedaan 
karakteristik tulisan orang jujur dan orang yang berbohong. Menurut peneliti, 
tulisan yang besar-besar dan terlalu menekan kertas adalah tipe tulisan seorang 
pembohong.

Studi yang dipublikasikan dalam Applied Cognitive Psychology Journal ini 
menunjukkan bahwa analisa kebohongan lewat tulisan bisa dijadikan alternatif 
untuk melengkapi atau mengganti beberapa metode pendeteksi kebohongan lainnya 
yang sudah ada.

"Cara ini lebih mudah karena tidak perlu melakukan komunikasi verbal atau 
teknologi yang rumit seperti yang terdapat pada alat polygraph," ujar ketua 
studi, Gil Luria seperti dilansir Scientificamerican, Rabu (20/1/2010).(fah/ir) 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke