http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/01/20/20344361/SBY.Bentuk.Sistem.Inovasi.Nasional

SBY Bentuk Sistem Inovasi Nasional

Rabu, 20 Januari 2010 | 20:34 WIB

SERPONG, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yakin bahwa abad ke-21 
yang akan menjadi the most powerful driver of change adalah teknologi. Untuk 
mengembangkan nano technology, bio-engineering, genomics, robotics, dan 
lain-lain tentu tidak sepatutnya hanya didominasi dan dimonopoli negara-negara 
maju saja. Banyak emerging economies, seperti Cina, India, dan Brazil, yang 
kini mulai merintis teknologi-teknologi baru ini.

Untuk itu, menurut SBY, dibutuhkan suatu Sistem Inovasi Nasional, yaitu suatu 
pengaturan kelembagaan yang secara sistemik dan berjangka-panjang dapat 
mendorong, mendukung, menyebarkan dan menerapkan inovasi-inovasi di berbagai 
sektor, dan dalam skala nasional.

"Konsep seperti ini relatif baru, meskipun sudah mulai diterapkan di beberapa 
negara yang mengalami transformasi. Setiap negara mempunyai Sistim Inovasi 
Nasional dengan corak yang berbeda dan khas, yang sesuai dengan kebutuhan dan 
kondisinya masing-masing," ujar SBY dalam acara silaturahmi dengan Akademi Ilmu 
Pengetahuan Indonesia dan Masyarakat Ilmiah, di Gedung AIPI, Puspitek, Serpong, 
Banten, Rabu (20/1/2010).

Presiden berpendapat bahwa, Indonesia harus bisa mengembangkan Sistem Inovasi 
Nasional, yang didasarkan pada suatu kemitraan antara pemerintah, komunitas 
ilmuwan dan swasta, dan dengan berkolaborasi dengan dunia internasional.

"Oleh karena itu, berkaitan dengan pandangan ini, dalam waktu dekat saya akan 
membentuk Komite Inovasi Nasional, yang langsung bertanggung jawab kepada 
Presiden, untuk ikut memastikan bahwa Sistem Inovasi Nasional dapat berkembang 
dan berjalan dengan baik," harapnya.

Presiden menjelaskan, Indonesia yang mempunyai wilayah yang cukup luas, 
terbentang dari Sabang ke Marauke, dari Miangas ke Pulau Rote serta mempunyai 
sumber daya alam yang berlimpah juga sumber daya manusia yang tangguh, 
seharusnya bisa ditingkatkan keunggulan dan daya saingnya.

"Dan kita mempunyai hubungan yang baik dengan semua pihak. Baik dunia Barat, 
dunia Islam, negara-negara berkembang, emerging economies, dan lain-lain, yang 
semuanya dapat menjadi mitra pembangunan Indonesia," tegasnya.

Pertumbuhan ekonomi dan daya saing sebuah bangsa sangat disumbang penguasaan 
teknologi. Kecenderuan ini akan terus menguat karena proses pengembangan 
teknologi tidak pernah berhenti. Kunci dari keunggulan Indonesia di abad ke-21 
adalah ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Salah satu penyebab bangsa kita terbelakang selama ratusan tahun adalah karena 
nenek moyang kita tidak mendapatkan akses terhadap kemajuan ilmu pengetahuan 
dan teknologi dari belahan dunia lain,” jelas SBY.

Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa adalah hasil dari suatu 
kerja besar yang terencana dan berkesinambungan. Teknologi tidak bisa 
dimimpikan dan didatangkan begitu saja. Untuk menjadi bangsa yang menguasai 
IPTEK, bangsa Indonesia harus bisa menetapkan inovasi sebagai urat nadi 
kehidupan bangsa Indonesia.

”Kita harus bisa menjadi bangsa inovasi. Untuk mencapai kondisi seperti itu ada 
sejumlah hal penting yang harus kita bangun dan lakukan. Pertama, mengubah 
mindset. Inovasi adalah suatu semangat, suatu energi dan etos. Sistem dan 
lingkungan nasional kita harus bisa menghasilkan inovator-inovator yang 
kreatif. Ini semua akan terwujud jika kita semua benar-benar menghargai kerja 
keras kaum peneliti, ilmuwan, dan inventor. Mereka harus menjadi ikon 
masyarakat, bukan catatan pinggir. Apalagi hidup tanpa penghormatan, apresiasi 
dan tidak sejahtera,” tegasnya.

yon


Editor: made



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke