http://health.detik.com/read/2010/01/20/174120/1282714/763/pengembangan-vaksin-malaria-mulai-ada-titik-terang

Rabu, 20/01/2010 17:41 WIB

Pengembangan Vaksin Malaria Mulai Ada Titik Terang

Vera Farah Bararah - detikHealth

Hong Kong, Penyakit malaria setidaknya dapat membunuh satu juta orang tiap 
tahunnya. Kini para ilmuwan telah mengidentifikasi dua permukaan molekul dalam 
parasit malaria yang dapat mengarah pada pengembangan vaksin malaria.

Molekul atau antigen muncul untuk memicu respons sistem imun yang kuat pada 
pasien, antigen ini berguna untuk melindungi pasien tersebut jika terkena 
infeksi berikutnya.

Penelitian ini dipimpin oleh Freya Fowkes dari Walter dan Eliza Hall dari 
Institute of Medical Research di Melbourne, Australia. Keduanya melihat 33 
penelitian sebelumnya yang menganalisis orang-orang yang kini kebal dengan 
malaria setelah sebelumnya sempat menderita penyakit ini. Peneliti menemukan 
dua antigen yaitu MSP-3 dan MSP-119, antigen ini terutama dipicu oleh antibodi 
yang kuat pada pasien.

"Orang yang hidup di daerah endemi malaria akan mengembangkan kekebalan alami 
terhadap infeksi malaria. Penelitian ini dilakukan dengan pergi ke daerah 
tersebut dan menganalisis antigennya serta melihat apakah kita dapat 
menggunakan antigen ini untuk membuat vaksin," ujar Fowkes, seperti dikutip 
dari Reuters, Rabu (20/1/2010).

Fowkes menambahkan dirinya dan tim telah meninjau semua literatur yang 
berhubungan dengan permukaan antigen. Hasilnya didapat ada tanggapan positif 
dari kedua antigen yang paling menunjukkan perlindungan terhadap penyakit 
klinis. Meskipun mungkin masih ada antigen lain di luar sana yang lebih 
protektif.

Parasit malaria biasanya akan menyerang sel darah merah pasiennya. Parasit ini 
menggunakan antigen berbeda untuk menempelkan molekul yang berbeda pada 
permukaan sel darah merah. Dengan cepat parasit dalam sel-sel darah merah 
tersebut akan membelah yang nantinya bisa membuat sel darah merah pecah, 
akibatnya akan banyak parasit yang lepas untuk membuat infeksi baru.

"Anda dapat menemukan ratusan ribu sel-sel darah merah yang terinfeksi dalam 
diri seorang pasien," ujar Fowkes.

Vaksin malaria sangat sulit dibuat karena parasit yang ada sangat beragam, 
selain itu karena banyaknya antigen yang ditemukan pada permukaannya.

Berbeda halnya dengan campak, jika seseorang terkena campak, maka orang 
tersebut akan memiliki kekebalan seumur hidup. Tapi untuk malaria dibutuhkan 
beberapa infeksi jangka panjang untuk dapat mengembangkan kekebalan terhadap 
penyakit ini.

"Dibutuhkan waktu agar dapat mengembangkan kekebalan yang cukup untuk semua 
antigen yang berbeda sehingga didapatkan perlindungan jangka panjang terhadap 
malaria. Beberapa molekul akan lebih efektif dalam merangsang respons imun 
dibanding yang lain, karenanya kita harus memprioritaskan antigen tertentu," 
tambahnya.
(ver/ir) 



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke