http://www.republika.co.id/berita/100635/hatihati_dengan_perhiasan_logam_asal_cina_untuk_anakanak

Hati-Hati dengan Perhiasan Logam Asal Cina untuk Anak-Anak

Senin, 11 Januari 2010, 14:12 WIB

LOS ANGELES--Hati-hati saat membelikan perhiasan logam asal Cina untuk 
anak-anak kita. Demikian laporan investigasi kantor berita Associated Press 
mengingatkan. Pasalnya, berdasar penelitian yang dilakukan, hampir semua 
perhiasan logam yang mengkilap dan berkilauan itu mengandung logam berat 
kadmium yang bersifat racun.

Berdasar analisa di sebuah laboratorium pengujian, bagian yang paling 
terkontaminasi berisi kadmium mengejutkan, 91 persen berdasarkan berat. 
Pengujian juga menunjukkan, beberapa item dengan mudah melepaskan logam berat, 
sehingga sangat membahayakan jika digunakan oleh anak-anak. Anak-anakmemang 
tidak harus menelan item yang terpapar, namun bila secara rutin dia menghisap 
atau menggigit perhiasan dengan konten kadmium tinggi, maka tingkat bahayanya 
sama saja.

"Tidak ada yang positif yang bisa saya katakan tentang logam ini. Logam ini 
memang sungguh beracun," kata Bruce A Fowler, seorang spesialis kadmium dan 
toksin pada US Centers for Disease Control and Prevention. Pada prioritas CDC 
daftar 275 zat yang paling berbahaya dalam lingkungan, kadmium ada pada 
peringkat nomor tujuh.

Kadmium (Cd) jika berakumulasi dalam jangka waktu yang lama dapat menghambat 
kerja paru-paru, bahkan mengakibatkan kanker paru-paru, mual, muntah, diare, 
kram, anemia, dermatitis, pertumbuhan lambat, kerusakan ginjal dan hati, dan 
gangguan kardiovaskuler. Kadmium dapat pula merusak tulang (osteomalacia, 
osteoporosis) dan meningkatkan tekanan darah. Gejala umum keracunan kadmium 
adalah sakit di dada, nafas sesak (pendek), batuk, dan lemah.

Untuk mengukur prevalensi kadmium pada perhiasan anak-anak, AP mengorganisasi 
pengujian laboratorium dari 103 item yang dibeli di New York, Ohio, Texas, dan 
California. Semuanya dibeli pada bulan November atau Desember. Uji laboratorium 
dilakukan tim ahli yang dipimpin Jeff Weidenhamer, profesor kimia dari Ashland 
University di Ohio.

Hasilnya, 12 persen dari potongan-potongan perhiasan itu setidaknya mengandung 
10 persen kadmium. Bahkan, kadmium dalam persentase tinggi ditemukan dalam 
liontin bertema The Princess dan The Frog yang dijual di jaringan supermarket 
waralaba internasional.

Veteran industri perhiasan di Cina mengatakan kadmium telah digunakan dalam 
produk domestik di sana selama bertahun-tahun. Seng, logam paling populer 
digunakan sebagai penggantinya untuk membuat perhiasan yang diekspor ke  
Amerika Serikat, adalah jauh lebih aman. 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke