Komentar:



Dengan segala hormat pada Presiden SBY, pemberian hadiah ini kok terjadi justru 
pada momen yang paling tidak tepat, ketika cara berkomunikasi Presiden justru 
sedang dikritik pedas oleh para analis dan pengamat politik. Kalau cara 
berkomunikasinya benar, tentu tidak terjadi penurunan popularitas SBY 
akhir-akhir ini.
 
Ketidakefektifan cara berkomunikasi itu terjadi pada kasus skandal Bank 
Century, komentar pada aksi demo LSM/mahasiswa, kriminalisasi pimpinan KPK, 
peningkatan gaji menteri, Presiden dan Wapres; pemberian mobil mewah untuk 
jatah para menteri, rencana beli pesawat kepresidenan baru, dll.   

  



http://www.presiden sby.info/ index.php/ fokus/2010/ 02/04/5107. html

Kamis, 4 Februari 2010, 19:04:52 WIB

SBY Menerima The Gold Standard Awards

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menerima penghargaan 
internasional. Penghargaan yang diberikan kepada Presiden SBY kali ini adalah 
“The Gold Standard Awards 2009” untuk kategori “The Gold Standard in Political 
Communications” . Penghargaan ini diberikan oleh sebuah lembaga internasional 
berbasis di Hongkong, yaitu Public Affairs Asia.

Public Affairs Asia (PAA) adalah sebuah lembaga independen yang menekuni 
analisa-analisa mendalam tentang berbagai isu yang dihadapi oleh pejabat publik 
maupun kalangan profesi yang tertarik dengan maupun berkecimpung di wilayah 
Asia. Sedangkan ”The Gold Standard Awards” (TGSA) 2009 merupakan penghargaan 
pertama yang diberikan lembaga itu sebagai pengakuan atas prestasi perusahaan, 
pemerintah maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam bidang kemasyarakatan, 
hubungan pemerintahan, komunikasi, dan transparansi.

TGSA diberikan untuk beberapa kategori, yaitu The Gold Standard in Government 
Relations, in Public Affairs (Consultancy) , in Public Affairs (House), in 
Social Media Innovation, in Shareholder Management, in Crisis Communications, 
in Country or Trade Promotion, dan in Sustainability. Kemudian The Gold 
Standard in Government Transparency, in Leadership and Development, dan 
nominasi khusus yang bersifat terbuka yaitu “The Gold Standard in Political 
Communications” yang diberikan kepada Presiden SBY..

Dewan Juri terdiri atas 40 kalangan profesi yang memiliki reputasi tinggi dari 
berbagai sektor, pemerintahan, konsultan, pengusaha, LSM dan misi dagang. 
Kandidat lain yang dinominasikan untuk kategori The Gold Standard for Political 
Communication adalah Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva dan pengumpul 
dana amal untuk Afghanistan, Ryan Gawn.

Pada Kamis (4/2) malam waktu setempat, Direktur Eksekutif PAA, Craig Hoy, 
menyerakan penghargaan tersebut kepada Presiden SBY dan pemenang lainnya dalam 
resepsi yang diselenggarakan di Foreign Correspondents’ Club, Hongkong. Putra 
Presiden SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono, didampingi Staf Khusus Presiden Bidang 
Hubungan Internasional Dr. Dino Patti Djalal menerima penghargaan tersebut 
mewakili Presiden SBY.

Meskipun tidak sempat datang dan menerima langsung penghargaan tersebut, 
Presiden SBY menyampaikan ucapan terimakasih atas nama rakyat Indonesia melalui 
rekaman video yang ditayangkan pada acara resepsi. Dengan kerendahan hati, 
Presiden SBY menerima penghargaan tersebut atas nama bangsa Indonesia yang 
telah memberikan kepercayaan untuk kembali memimpin Indonesia.

Sebelumnya, pada Mei 2009, SBY terpilih sebagai salah seorang dari 100 Tokoh 
Paling Berpengaruh di Dunia tahun 2009 versi majalah Time. Lalu, November 2007, 
Presiden SBY juga menerima penghargaan internasional, “Democracy Award” dari 
International Associations of Political Consultants (IAPC) atas kontribusi 
besar beliau terhadap bekerjanya sistem politik demokratis. Bahkan, setahun 
lebih setelah dilantik sebagai Presiden RI ke lima, SBY sempat dinominasikan 
sebagai kandidat Nobel bidang Perdamaian. (osa)










      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke