http://www.gatra.com/artikel.php?id=135093
Ikrar 1.000 Pelajar Pelajar Bogor Tolak Seks Bebas Bogor, 19 Pebruari 2010 14:02 Sebanyak 1.000 pelajar SMP, SMA dan SMK sekota Bogor berikrar untuk tidak melakukan tawuran, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, vandalisme, serta penyalahgunaan teknologi. "Ikrar ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga stabilitas kota Bogor dari tindak kekerasan pelajar yang rentan terjadi. Ini juga untuk menjaga kondisi kota Bogor tetap kondusif," ujar Kapala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, (Kadisdikpora) Aim Halim Permana, kepada Antara, usai Gebyar Pelajar Kota Bogor, Jumat (19/2). Gebyar Pelajar dipimpin itu Wali Kota Bogor Diani Budiarto, diikuti perwakilan kepada guru dan pelajar dari seluruh sekolah di kota Bogor. Ikrar dibacakan secara bergantian oleh masing-masing perwakilan kepala sekolah dan pelajar. Kepala Sekolah berikrar dan berkomitmen untuk menjaga keamanan sekolah, siap mengamankan Perda nomor 8 Tahun 2006 tentang ketertiban umum, serta mendukung kebersihan para pelajar dari tawuran, narkoba, seks bebas, fandalis, dan penyelahgunaan teknologi. Setelah pembacaan ikrar kepala sekolah, dilanjutkan pembacaan ikrar pelajar oleh salah seorang perwakilah dimana para pelajar berikrar tidak akan melakukan tindak kekerasan tawuran, narkoba, seks bebas, fandalis, dan penyalahgunaan teknologi. Usai dibacakannya ikrar kepala sekolah dan pelajar, dilanjutkan penandatanganan ikrar oleh seluruh pelajar dan kepala sekolah yang hadir dalam Gebyar Pelajar tersebut. "Dengan dibacakan ikrar ini semoga tidak hanya ucapan semata, tapi harus benar-benar direalisasikan. Dan semua pihak harus saling mendukung untuk terciptanya Bogor yang kondusif," ujar Diani usai pemimpin upacara. Pembacaan ikrar dilakukan di Lapangan Sempur jalan Jalak Haruputa Bogor Tengah, dimulai pada pukul 07.30 WIB hingga 09.00 WIB. Tindak lanjut dari ikrar tersebut, Senin (22/2) Disdikpora akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah yang ada di Kota Bogor. "Untuk efektivitas ikrar tersebut, kita lanjutkan dengan mengumpulkan seluruh kepala sekolah. Membahas upaya dari sekolah menjaga keamanan sekolah mereka masing-masing," kata Aim. Pelaksaan ikrar tersebut, juga bertepatan dengan peritiwa tawuran yang menewaskan seorang pelajar di kota Bogor, Rabu (17/2) lalu. Aim mengatakan dengan pembacaan ikrar tersebut, kejadian serupa tidak terulang lagi di kota Bogor. Mahfuddin, salah satu perwakilan guru dari SMK YKTB Kota Bogor yang membacakan ikrar menyebutkan bahwa ikrar tersebut adalah komitmet pihak sekolah untuk tetap menjaga kekondusifan di Kota Bogor. Menurutnya fenomena pelajar saat ini sangat memprihatinkan, mulai dari persaingan, kemajuan teknologi serta kebebasan telah masuk ke aspek kehidupan pelajar, sehingga merusak generasi muda. "Dampaknya siswa tawuran, narkoba, seks bebas dan penyalahgunaan teknologi. Perlu pengawasan berjenjang dari atas dan ke bawah, semua pihak dilibatkan untuk mengawasi generasi muda kita," ucapnya. [TMA, Ant] [Non-text portions of this message have been removed]

