http://www.mediaindonesia.com/read/2010/03/06/127630/3/1/Demokrat-Merasa-Lebih-Nyaman-dengan-PDIP
Sabtu, 06 Maret 2010 11:18 WIB
Demokrat Merasa Lebih Nyaman dengan PDIP
Penulis : Dinny Mutiah
JAKARTA--MI: Partai Demokrat merasa lebih nyaman berhubungan dengan Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) daripada dengan partai koalisi meski
keduanya memiliki posisi berseberangan dalam menyikapi kasus Century.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Ahmad Mubarok dalam
diskusi tentang Century di Jakarta, Sabtu (6/3).
"Saya akrab betul dengan PDIP. Saya lebih nyaman dengan PDIP karena sikap
mereka jelas dari awal sebagai oposisi. Tapi, kalau partai koalisi kok begitu,
sudah ada surat nikahnya, kok begitu," kata Mubarok.
Ia menyatakan, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadapi sikap partai koalisi
demikian dengan perenungan. Ia juga menyinggung akan ada upaya di balik layar
untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, ia enggan menerangkan dengan
rinci alasan urusan pribadi partai.
Mubarok hanya menggambarkan bahwa setidaknya akan ada perubahan format dalam
hubungan koalisi tersebut. "Ibarat rumah ada yang direhab. Bisa ditambah, bisa
dikurang tapi yang jelas fungsional untuk sampai 2014," tukasnya.
Sementara itu, peneliti senior Lembaga Survei Indonesia Burhanuddin Muhtadi
menilai reshuffle di tubuh koalisi tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. SBY
yang memperhatikan citra diri akan berhati-hati untuk reshuffle.
Ia memperkirakan, kalau ada reshuffle, itu baru akan dilakukan pada dua tiga
bulan mendatang, atau bahkan pada evaluasi tahunan. Ia juga memperkirakan SBY
tidak akan mereshuffle seluruh partai pembangkang yang terdiri dari PKS,
Golkar, dan PPP. Itu, kata dia, jelas sebagai bunuh diri politik.
"Sangat kecil merombak koalisi dalam waktu dekat. SBY itu sangat memperhatikan
citra. Kalau dalam waktu dekat, sikap dia bisa menimbulkan citra sebagai
pendendam dan sakit hati. Kalau dalam waktu dekat, masyarakat akan gampang
mengaitkan pembangkangan PKS, Golkar, dan PPP. Kalaupun reshuffle akan
dilakukan dua hingga tiga bulan ke depan atau dalam evaluasi tahunan,"
tandasnya.
[Non-text portions of this message have been removed]