Posted by: "YSA" [email protected]
Thu Mar 11, 2010 2:42 am (PST)
Setiap kali ada penggerebekan teroris, bisa dipastikan ybs pasti mati. Saya
bukannya tidak menghargai hasil kerja Kepolisian RI tapi gak ada salahnya kita
melihat kemungkinan- kemungkinan yg ada
Versi Aparat :
Teroris tsb terpaksa harus ditembak karena melawan petugas & mengancam jiwa
petugas serta masyarakat. Serta, ditengarai ybs akan meledakkan bom bunuh diri.
Versi A :
Ada kepentingan asing yg ikut bermain, kematian teroris tsb merupakan pesanan
dari pihak asing tersebut. Cepat & Efektif, dengan efek penggentar (deterrent)
yg jelas buat calon teroris yg lain bahwa teroris pasti mati.
Versi B :
Itu merupakan "keputusan dalam negri" semata. Mirip dengan alasan versi A,
namun ini untuk keperluan dalam negri. Karena, teroris yg berada di tahanan
terlalu lama (dan diliput media secara terus menerus) karena menunggu proses
pengadilan akan membuka kesempatan ybs menjadi martir atau pahlawan. Hal
tersebut dikhawatirkan akan menginspirasi individu2 yg lain untuk meniru sang
"martir" tsb. Sambil memberikan pesan yg jelas kepada calon teroris lainnya
bahwa teroris pasti mati (kayak yg A).
Versi C :
Kepolisian tidak profesional dan kurang ahli/cakap dalam menangkap teroris
hidup2. Sehingga cenderung main tembak saja.
Menurut saya :
Saya cenderung sependapat dengan kombinasi antara versi aparat (10%) dan versi
B (90%).
Memang keliatannya gak menghargai hak hukum teroris, namun kalo saya jadi
aparat dan sehari-hari bergumul dengan masalah2 yg mengancam NKRI. Pilihan
tersebut menjadi masuk akal. Lain halnya kalo saya aktifis LSM yg hanya melihat
dr luar pagar.
Ada versi lain gak? Gimana menurut rekan2?
(Dikutip dari milis angkasareader)
[Non-text portions of this message have been removed]