Mungkin lebih tepatnya aspirasi pihak tertentu yang 'dititipkan' lewat 'umat islam'.. Kalau pesantrennya mengajarkan kebenaran, sebaiknya jangan ditutup.. tapi kalau isi pengajarannya juga sesat.. mau apa lagi..
-- Wassalam, Irwan.K "Better team works could lead us to better results" http://irwank.blogspot.com Pada 25 Maret 2010 13:13, [email protected] <[email protected]>menulis: > > > Imbar saja diusut tetapi ponpes nya jangan dibubarkan. Pernyataan ini > jadi ingat pembelaan terhadap PKI di tahun 65 dulu. Pimpinannya saja > yang diadili tetapi PKI-nya jangan dibubarkan. Umat Islam mendukung > dibubarkannya PKI. > KM > > > ----Original Message---- > From: [email protected] <ambon%40tele2.se> > Date: 25/03/2010 8:48 > To: <<Undisclosed-Recipient:>, <>> > Subj: [ppiindia] Kyai Cabuli Santri di Bawah Umur > > http://surabaya.detik.com/?991102465 > > Kyai Cabuli Santri di Bawah Umur > Warga Minta Ponpes Nurul Hidayah Dibubarkan > Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya > > Kamis, 25/03/2010 07:54 WIB > > Surabaya - Kejadian pencabulan yang dilakukan pendiri Ponpes Nurul > Hidayah, M Shodiqin alias Imbar Mulyono, membuat warga Gadel marah. > Mereka meminta agar ponpes itu dibubarkan. Jika tidak, warga mengancam > akan merobohkan dan membakar ponpes itu. > > "Kami juga meminta agar seluruh isi pondok hengkang dari kampung ini," > ujar salah satu warga, Hartati, kepada wartawan di Jalan Gadel Timur I, > Kamis (25/3/2010). > > Hartati, mengatakan bahwa warga merasa kesal dengan ulah Imbar. Pria > asli Purworejo itu mengaku sebagai kyai, tetapi kelakuannya sangat > bejat dengan mencabuli para santrinya sendiri yang masih di bawah umur. > Apalagi kejadian ini adalah kedua kalinya yang sudah dilakukan Imbar. > > "Bubarkan dan robohkan pondoknya tetapi jangan mushollanya," tambah > Hartati. > > Sementara itu, salah satu warga lain, Adib mempunyai pemikiran lain. > Sah-sah aja > memperkarakan Imbar. Tetapi nama ponpes jangan dibawa-bawa karena yang > melakukan tindakan asusila adalah oknumnya yang kebetulan adalah > pendiri ponpes. > > Adib, lebih memilih mengusir Imbar tetapi ponpesnya dibiarkan saja > diurus oleh para > santrinya yang sebetulnya adalah korban. Jikalau ada santri yang masih > terdoktrin oleh pemikiran racun Imbar, sebaiknya disadarkan saja. > > "Kalau bisa pondoknya tidak usah dibubarkan," ujar Adib. > > ++++ > http://surabaya.detik.com/read/2010/03/24/175926/1324674/466/2006- > pelaku-pernah-melakukan-hal-serupa > > Rabu, 24/03/2010 17:59 WIB > Kyai Cabuli Santri di Bawah Umur > 2006, Pelaku Pernah Melakukan Hal Serupa > Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya > > Foto Terkait > > Kyai Diduga Cabuli Santrinya > Surabaya - Kejadian asusila yang dilakukan pendiri Ponpes Nurul > Hidayah, M Shodiqin alias Imbar Mulyono tak hanya terjadi kali ini > saja. Pada tahun 2006, ponpes yang berlokasi di Jalan Gadel Timur I/9A > ini pernah diserbu warga karena Imbar menyetubuhi santrinya. > > "Berbeda dengan sekarang, yang disetubuhi Imbar saat itu adalah santri > yang sudah dewasa," ujar salah satu tokoh masyarakat, Salim, kepada > wartawan di rumahnya, Jalan Gadel Tengah, Rabu (24/3/2010). > > Meski begitu warga yang sudah emosi langsung menyerbu ponpes begitu > kabar itu merebak. Massa juga sudah melempari komplek ponpes. Beruntung > saat itu polisi berhasil meredam emosi warga sehingga tidak merusak dan > membakar seluruh isi komplek ponpes. Kasus itu sendiri kemudian > ditangani oleh muspika. Dan kasusnya akhirnya tidak berlanjut. > > "Saya menyayangkan kasus itu tidak sampai dilaporkan ke polisi," > tambah Salim. > > Sementara kabar yang beredar di masyarakat menyebutkan jika saat itu > semua pejabat yang menangani kasus itu sudah disogok oleh Imbar. Korban > sendiri yang diduga dalam tekanan dan akhirnya tidak jadi melaporkan > perbuatan Imbar. Namun warga tetap mengingat memori kelam tersebut. Dan > akhirnya kembali memuncak saat Imbar melakukan aksi kedua kalinya. > > "Kabarnya juga Imbar pernah mendirikan ponpes di Banyu Urip, tetapi > dibakar warga. Tapi saya tidak tahu kenapa kok ponpes itu dibakar," > tandas Salim > [Non-text portions of this message have been removed]

