Refleksi : Siapa tahu SBY ke Blitar mau berkunjung kepada kenalan lama, jadi 
bukan bermaksud ke makam Sukarno, dan kalau dengan alasan kepercayaan mistik, 
mungkin kurang tepat, sebab sesuai berita media Timur Tengah SBY  diminta untuk 
menjadi pemimpin Islam seduina oleh para ulama disana. Selain itu, kalau SBY 
berbicara di depan umum selalu mulai dengan ucapan: "Bismillahirahim 
wabarakatu". jadi disepuh dengan kata-kata agama. Ucapan demikian tidak 
terbatas hanya dihadapan umat beragama Islam, tetapi juga kepada yang lain 
termasuk kafir, seperti halnya beberapa waktu lalu di parlemen Australia di 
Canberra. Pidatonya itu tidak sia.-sia, Indonesia diberi bantuan A$250 juta 
untuk memperbaiki kehidupan kaum miskin di Indonesia yang kian hari kian 
bertambah jumlah mereka.   

Kalau SBY berkunjung  ke musoleum Suharto, mengheningkan cipta mengenang 
jasa-jasa dan petunjuknya, tentu sekali akan lebih berguna dibandingkan ke 
makam Sukarno, sebab  Suharto adalah boss dan gurunya. 

http://regional.kompas.com/read/2010/03/31/1550587/SBY.Akan.ke.Blitar..Mega.Perintahkan.Nisan.Bung.Karno.Digeser


SBY Akan ke Blitar, Mega Perintahkan Nisan Bung Karno Digeser
Rabu, 31 Maret 2010 | 15:50 WIB


SURYA/ais
Proses pemindahan nisan Makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur. 

BLITAR, KOMPAS.com - Menjelang kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
(SBY) ke Blitar, Jawa Timur, batu nisan makam proklamator Bung Karno dipindah. 
Prosesi pemindahan dimulai tengah malam pukul 00.00 WIB dan baru selesai 
menjelang fajar, Selasa (30/3/2010) Pahing.

Batu nisan Bung Karno terbuat dari marmer hitam, berbentuk oval dengan diameter 
sekitar 2 meter. Untuk mengangkatnya digunakan sedikitnya empat dongkrak, 
masing-masing berkekuatan 5 ton. Sedangkan proses penggeseran dilakukan sekitar 
10 pekerja, menggunakan tumpuan balok kayu.


Saya menduga ini berkaitan dengan mistik, bukan nilai-nilai sejarah. Karena 
batu nisan yang sudah tertanam kuat, kenapa dipindah? 

Pemindahan nisan mendiang Presiden Ir Soekarno sempat membuat warga sekitar 
kompleks makam cemas. Makam Bung Karno berada satu kompleks dengan Perpustakaan 
Nasional Bung Karno di Jl Ir Soekarno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan 
Sananwetan, Kota Blitar. Koleksi buku-buku sejarah Indonesia dan dunia di 
perpustakaan ini mengungguli koleksi seluruh perpustakaan kampus terbaik mana 
pun. Maklum, ia dibiayai APBN dan mendapat hibah buku dari banyak pihak. 

Alhasil, pemindahan tengah malam itu memicu tanda tanya besar karena dulu salah 
satu anak Bung Karno getol mewacanakan pemindahan kerangka Bung Karno dari 
Blitar ke Bogor. 

Warga tidak diberi tahu sebelumnya kalau ada pemindahan nisan. Warga 
berjaga-jaga karena takut yang dipindah adalah makam Bung Karno, salah satu 
ikon Kota Blitar. "Jangan-jangan makamnya yang dipindah," ujar Yitno, warga 
Bendogerti, yang melihat dari luar tembok ketika proses pengangkatan dan 
pemindahan batu nisan. 

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Selama ini, Bung Karno yang meninggal tiga 
dekade lalu, tetap memberikan pride bagi warga Blitar. Bung Karno memang lahir 
di Surabaya, tapi masa kecil dan kenangan semasa remajanya berada di Blitar. 
Bahkan, jika mudik dimengerti sebagai pulang ke tempat asal, Bung Karno selama 
jadi Presiden pun selalu ke Blitar, bukan kota lain. 

Itu sebabnya, warga coba masuk dan bertanya pada penjaga Makam Bung Karno, tapi 
dilarang dan tidak diberi tahu apa yang terjadi. Hampir setiap warga yang 
melintas di depan makam berhenti, karena melihat lampu di atas joglo pusara 
Makam Bung Karno menyala terang. 

Sejak Senin (29/3/2010), aparat keamanan terlihat lalu lalang di sekitar makam 
itu karena memang menjelang kedatangan Presiden SBY. Warga pun menduga-duga, 
pemindahan itu terkait kedatangan Presiden SBY ke Blitar. SBY dijadwalkan 
bermalam di Hotel Tugu Sri Lestari. 

Ketua Majelis Pelestarian Ajaran Bung Karno (MPABK) Bambang Gunawan juga 
menyesalkan penggeseran batu nisan makam Bung Karno tersebut, apalagi jika 
alasannya tidak jelas. "Saya menduga ini berkaitan dengan mistik, bukan 
nilai-nilai sejarah. Karena batu nisan yang sudah tertanam kuat, kenapa 
dipindah?" ungkap Bambang.

Juru kunci makam Bung Karno, Suwanto, ketika ditanya pada Selasa siang mengaku 
tidak tahu siapa yang memindah batu nisan sejauh 1 meter ke arah utara. "Tidak 
ada pemberitahuan siapa yang memindahkan dan untuk tujuan apa," paparnya. 

Terpisah, anggota Fraksi PDIP DPR RI Theodorus Jacob Koekerits yang hadir saat 
pemindahan batu nisan, belakangan mengakui, prosesi itu atas perintah Megawati 
Soekarnoputri. 

"Pemindahan sejauh 1 meter ke utara tersebut, memang atas keinginan Ibu 
Megawati," papar Ondos, sapaan Theodorus. Disebutkan, putra kedua Megawati, 
Prananda Prabowo, juga hadir untuk menyaksikan pemindahan nisan itu. (ais)

TERKAIT:
  a.. Frans Seda Bersama Bung Karno 
  b.. Gelora Bung Karno Beri Bantuan dan Bonus Rp 1 Triliun 
  c.. Perpustakaan Blitar Telusuri Peninggalan Soekarno di Babel 
  d.. Boediono Berencana Sowan ke Guru SMA dan Kunjungi Makam Bung Karno 
  e.. Pundi Pengasong di Makam Bung Karno 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke