http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2010/04/27/5363.html

Selasa, 27 April 2010, 12:44:27 WIB

Indonesia Berharap Investasi Finlandia Meningkat

*Presiden SBY dan PM Finlandia Matti Vanhannen dalam join press conference, 
usai pertemuan bilateral, di Istana Merdeka, Selasa (27/4) siang. (foto: 
abror/presidensby.info)

Jakarta: Pertemuan bilateral sekitar 40 menit antara Indonesia-Finlandia 
membahas kerjasama ekonomi, energi terbarukan, kehutanan, dan multilateral. 
Hubungan kedua negara selama ini berjalan baik dan terus berkembang. Demikian 
disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan pers bersama PM 
Finlandia Matti Vanhanen, usai pertemuan bilatera, di Istana Merdeka, Selasa 
(27/4) siang.

Dalam bidang ekonomi, kedua pemimpin membahas perdagangan dan investasi. 
Sebelum krisis 2008, perdagangan antar kedua negara mencapai 500 juta dolar AS. 
“Kami berharap ke depan hubungan perdagangan dapat kami tingkatkan kembali,“ 
kata Presiden SBY.

“Indonesia berharap invenstasi dari Finlandia dapat lebih meningkat, karena 
Indonesia menawarkan peluang yang lebih besar dalam pembangunan ekonomi ke 
depan," Presiden menambahkan. Dalam situasi krisis global, ekonomi Indonesia 
tetap tumbuh positif 4,5 persen dengan pasar domestik yang semakin besar. 
"Karena itu kerjasama perekonomian, termasuk investasi, dapat digalakkan, untuk 
hal ini kami mengundang investasi dari Finlandia untuk ikut pembangunan ekomoni 
di Indonesia,“ lanjut Presiden.

Dalam bidang multirateral dan global, Indonesia dan Finlandia sepakat untuk 
meningkatkan kerjasama Indonesia dengan Uni Eropa dalam kerangka Indonesia-EU 
Partnership Coorporation Agreement yang telah disepakati pada November 2009. 
“Termasuk juga Indonesia-EU Human Right Dialogue yang juga telah menjadi 
kerjasama Indonesia dengan Uni Eropa,“ SBY menjelaskan.

Di bidang perubahan iklim, Indonesia sependapat dengan Finlandia untuk menjalin 
kerjasama global. “Indonesia sepakat dengan Finlandia agar G20 bisa menjalankan 
tugas secara efektif untuk kepentingan perekonomian global yang diharapkan 
lebih baik, lebih aman, dan mendatangkan manfaat bagi seluruh negara di dunia,“ 
ujar SBY.

Sementara itu, PM Vanhanen menyampaikan selamat kepada Indonesia yang dapat 
bertahan terhadap terpaan krisis ekonomi global. “Jika dibandingkan dengan 
Finlandia dimana kehilangan lebih 7 persen GDP di tahun lalu, dan dampak dari 
krisis ekonomi global ini sangat mempengaruhi Finlandia,” kata Vanhanen.

Dalam pertemuan bilateral, Presiden SBY didampingi, antara lain, Menko 
Perkonomian Hatta Rajasa, Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi , 
Menperin Mohamad Suleman Hidayat, Mendag Mari Elka Pangestu, Kepala BKPM Gita 
Wirjawan. (dit)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke