http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2010/04/28/5364.html
Rabu, 28 April 2010, 10:36:04 WIB
SBY Buka Musrenbangnas 2010
*Presiden SBY memukul gong tanda dibukanya Musrenbangnas 2010 di Gedung
Bidakara, Rabu (28/4) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (28/4) pagi membuka
Musrenbangnas (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional) Tahun 2010:
Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2011 di Gedung Binakara, Jl. Gatot
Subroto, Jakarta Selatan. Kegiatan ini diadakan oleh Kementerian Perencanaan
Pembangunan Nasional (Bappenas).
Musrenbangnas ini dilaksanakan sesuai dengan UU No.25/2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional dan akan berlangsung selama 4 hari, dari
tanggal 28 April hingga 1 Mei 2010 di Balai Kartini, Jakarta. "Musrenbangnas
kali ini mengetengahkan tema 'Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkeadilan
Didukung Pemantapan Tata Kelola dan Sinergi Pusat Daerah,' ujar Menneg
PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana dalam laporannya.
Tema ini kemudian dijabarkan dalam 11 prioritas, yaitu reformasi birokrasi dan
tata kelola, pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, ketahanan
pangan, infrastruktur, iklim investasi dan usaha, energi, lingkungan hidup dan
bencana, daerah tertinggal, terdepan, terluar dan pasca konflik, serta
kebudayaan, kreativitas, dan inovasi tekhnologi. Bahan masukan penyusunan
Rancangan Kerja Kementerian/Lembaga dan RKP tahun 2011 diperoleh dari hasil
mainstreaming Raker I di Istana Cipanas dan Raker II di Tampaksiring yang
digelar pada awal Februari dan akhir April 2010 lalu.
Ada enam tujuan Musrenbangnas kali ini. Pertama, menyempurnakan rancangan awal
RKP 2011 menjadi rancangan akhir RKP 2011. Kedua, melakukan sinkronisasi dan
penyempurnaan rancangan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja K/L) 2011
dengan memperhatikan prioritas dan aspirasi daerah. Ketiga, melakukan
sinkronisasi program, kegiatan pokok, lokasi kegiatan, dan pagu anggaran yang
disusun oleh K/L dan pemda.
Keempat, memperkuat koordinasi dan sinerji kebijakan pemerintah baik melalui
kerangka regulasi dan kerangka anggaran. Kelima, mengembangkan dan memperkuat
proses partisipasi masyarakat dan dunia usaha. Yang terakhir, mengembangkan dan
memperkuat mekanisme pengendalian dan pengawasan atau safe guarding terhadap
pelaksanaan RKP 2011.
"Dan, untuk mempertajam sasaran bidang dan wilayah dalam rancangan akhir RKP
2011 sebelum ditetapkan dalam Perpres, maka kesepakatan yang diperoleh dalam
Musrenbangnas 2010 akan ditindaklanjuti melalui forum Rakorpus II pasca
Musrenbangnas," Armida menandaskan.
Setelah penyampaian laporan dari Kepala Bappenas, Presiden memberikan buku
kepada 3 orang perwakilan yaitu Gubernur DKI Jakarta, Bupati Pacitan, dan
Walikota Palembang. Masing-masing menerima buku Memelihara Momentum Perubahan
Evaluasi 5 Tahun Pelaksanaan RPJM 2004-2009,, Buku Pegangan 2010:
Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah, Memperkuat Sinergi antara
Pusat dan Daerah dan Antardaerah, dan Rapat Kerja Presiden RI dengan Para
Menteri dan Gubernur se-Indonesia.
Di awal sambutannya, Presiden SBY mengharapkan agar Musrenbangnas jangan
dianggap sebagai rutinitas biasa. "Gunakanlah wahana ini untuk bersama-sama
merumuskan rencana pembangunan yang direncanakan bersama-sama untuk kepentingan
nasional," ujar SBY. Karena setiap tahun peserta Musrenbangnas makin bertambah,
Presiden berkelakar bahwa Musrenbangnas ini seperti sebuah wisata.
Hadir dalam pembukaan Musrenbangnas, antara lain, para Menteri KIB II, Seskab
Dipo Alam, para Ketua Lembaga Negara, Ketua Komisi I-IX dan Badan Anggaran DPR
RI, LPNK, BUMN tertentu, Pimpinan Perguruan Tinggi/Akademisi, Pimpinan Mass
Media, Organisasi Profesi, gubernur, bupati, walikota, Kepala Bappeda Provinsi,
Kabupaten dan Kota. (yun)
[Non-text portions of this message have been removed]