http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=2011200920113844

RANPUR “ANOA” KARYA ANAK BANGSA KAWAL MABES UNIFIL

28 Apr 2010

PUSPEN TNI (28/4),- Kehadiran ANOA, kendaraan tempur jenis APC (Armoured 
Personal Carrier)  produksi Indonesia merupakan kebanggaan tersendiri bagi para 
prajurit TNI yang tengah mengemban misi perdamaian di Lebanon Selatan, yang 
tergabung dalam Satgas Yonif Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL 
(Indonesian Battalion).   Kendaraan tempur jenis angkut personel ini nantinya 
akan memperlengkapi Kompi Mekanis E yang saat ini mengemban tugas dan dipercaya 
sebagai Kompi Force Protection (Kompi Pengawal) Markas Besar (Mabes) UNIFIL 
(United Nations Interim Force In Lebanon) di Naqoura Lebanon Selatan.  

Menurut Dansatgas Konga XXIII-D, Letkol Inf Andi Perdana Kahar, Kompi Mekanis E 
dipilih sebagai Kompi pengguna kendaraan tempur buatan PT. Pindad (Persero), 
mengingat beberapa keunggulan Ranpur ANOA sangat sesuai dengan bidang tugas 
yang sedang diemban Kompi Mekanis E, baik itu untuk kegiatan patroli maupun 
untuk kegiatan pengawalan.  

Ranpur ANOA mampu melaju hingga kecepatan 90 Km/jam  dan hanya membutuhkan 
waktu 8 detik untuk berakselerasi dari kecepatan 0 hingga 60 Km/jam. Keunggulan 
ini sangat sesuai untuk melaksanakan pengawalan para petinggi yang berada di 
Markas Besar UNIFIL. Dari segi keselamatan, Ranpur ANOA dilapisi dengan baja 
khusus yang  sudah memenuhi standar Nato pada level III. Dengan sistem 
penggerak 6 roda simetris, ANOA mampu bergerak lincah di berbagai medan hingga 
kemiringan 31 derajat.  

Sementara itu, Pasiops Kompi Mekanis E, Kapten Chb Faisal Hutagalung 
menyampaikan bahwa sebagai pembekalan tentang kondisi medan dan pelaksanaan 
tugas, para pengemudi ANOA saat ini sedang melaksanakan Induction Training. 
Pelaksanaan Induction Training meliputi materi patroli dan escorting pada medan 
– medan sulit dan mengemudi pada malam hari.  Kegiatan ini penting dilaksanakan 
mengingat kondisi medan di Lebanon Selatan sarat dengan jalan yang sempit dan 
berkelok-kelok dengan faktor kerawanan tinggi berupa tebing dan jurang yang 
dalam pada sisi jalan. Pembekalan ini juga sebagai sosialisasi aturan 
mengemudi, sebab pemerintah Lebanon menerapkan aturan berkendaraan pada sisi 
sebelah kanan jalan.

Kehadiran APC karya anak Bangsa ini, telah mempertebal rasa percaya diri 
Prajurit Indonesia dalam melaksanakan tugas di tengah – tengah pergaulan 
militer Internasional seperti yang tengah berlangsung di Lebanon saat ini. 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke