.From: redaksi <[email protected]>Date: Wednesday, May 12, 2010, 1:45 PM
Nokia beberapa waktu lalu memperkenalkan koleksi produk yang diyakini ramah
lingkungan. Koleksi “I used to BE” ini dibuat dari bahan baku yang mendukung
pembangunan yang berkesinambungan.
Koleksi tersebut mencakup bahan baku yang didaur ulang dan yang berasal dari
alam, seperti: kaos: sebelumnya adalah 2,5 kg bamboo, tas belanja: sebelumnya
adalah 5 botol plastic, USB memory stick dengan cover dari bambo, pulpen:
sebelumnya adalah suku cadang mobil.
Pihak Nokia melalui situs resminya mengatakan, sengaja dibuat, produk ramah
lingkungan ini sengaja dibuat sebagai bagian dari inisiatif Nokia dalam
mengurangi dampak negative yang ditimbulkan produk ponsel.
Menurut Nokia, hanya 3% orang yang mendaur ulang ponsel mereka. Dari 3 dari 4
orang bahkan tidak pernah berpikir untuk mendaur ulang ponsel mereka dan hampir
separuhnya bahkan tidak mengetahui bahwa ponsel dapat didaur ulang.
Jika setiap orang dari 3 milyar orang pemilik ponsel di seluruh dunia,
memberikan hanya satu saja ponsel bekas mereka, maka kita dapat menghemat
240,000 ton bahan baku dan mengurangi dampak polusi dari emisi rumah kaca
setara dengan 4 juta kendaraan bermotor
Lebih dari 80% di ponsel Nokia dapat didaur ulang. Plastik yang tidak dapat
didaur ulang akan dibakar untuk menghasilkan energi untuk proses daur ulang
tersebut, sementara, bahan baku lainnya diubah menjadi kepingan-kepingan dan
digunakan sebagai bahan baku konstruksi untuk pembangunan jalan. Dengan cara
ini, tidak akan ada komponen yang tersisa untuk dibuang.
--
Posting oleh redaksi ke Greenpress : Blog Berita Lingkungan Hidup pada
5/12/2010 01:40:00 PM
[Non-text portions of this message have been removed]