Refleksi : Untuk mendapat kedududkan bupati atau gubermur sesuai tata cara dan 
struktur kekuasaan NKRI harus mendapat restu dari Presiden. Tanpa restu tentu 
tanpa rejeki.

Untuk memeriksa bupati atau gubernur terhadap sesuatu pelanggaran hukum harus 
dapat persetujuan presiden, jadi prinsipnya  mirip kekuasaan feodal kerajaan 
Mojopahit zaman purba. Raja merestui wakilnya di daerah kekuasaannya. Sebagai 
tanda terima kasih begundal-begundal kepada sang raja, mereka  harus menjamin 
lancarnya upeti kepada pusat kerajaan. 

Jadi jelas kalau bupati tidak memihak rakyat bukan masalah aneh, tetapi masalah 
 kebiasaan menurut tata cara tertulis dan tidak tertulis , karena bupati atau 
gubernur cs  diwajibkan  menihak kepada  yang lebih tinggi atau tertinggi. 
Prakteknya seperti digaris dalam kata-kata mutiara, jaitu: "menjilat ke atas 
dan menginjak-injak ke bawah". Yang dijilat ke atas tentu saja penguasa 
berkedudukan lebih tinggi dan yang diinjak  ke bawah ialah rakyat. 

http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/apbk-aceh-barat-tak-memihak-rakyat

 
 
Map 
Meulaboh, Indonesia 
Meulaboh, Indonesia 
APBK Aceh Barat Tak Memihak Rakyat
Diterbitkan : 26 Mei 2010 - 1:11pm | Oleh Redaksi Indonesia (foto: Lola Alfira)
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat telah mengesahkan anggaran dana 
daerah tahun 2010 sebesar Rp 443 milyar. Pada anggaran ini porsi belanja 
pegawai lebih tinggi katimbang tagihan untuk kegiatan publik yang kian menurun 
di setiap tahunnya. 

Banyak kalangan menganggap ketidakberdayaan pemerintah daerah di bawah bupati 
Ramli MS dan wakil bupati Fuadri dalam memperjuangkan aspirasi dan 
kesejahteraan rakyat melalui rancangan anggaran daerah yang diusulkan ke pihak 
legislatif. Berikut laporan Lola Alfira reporter Radio FAS FM Meulaboh.

Hasil analisis Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Aceh barat terhadap dokumen APBK 
sejak tahun 2007 di awal pemerintahan Ramli MS dan Fuadri sebagai bupati dan 
wakil bupati, ditemukan komposisi anggaran untuk publik terus mengalami 
penurunan. Sementara anggaran belanja pegawai terus mengalami kenaikan secara 
signifikan dari tahun-ke tahun. Demikian Afrizal AR, kepala Divisi Monitoring 
dan Advokasi Kebijakan Publik Gerak Aceh Barat.

Afrizal: "Kepemimpinan Ramli-Fuadri dalam mengalokasi anggaran APBK sangat 
sangat tidak berpihak kepada publik. Buktinya tahun 2007 belanja untuk publik 
hanya 45,46%, kemudian pada tahun 2008 43,5%, tahun 2009 40,4% dan di tahun 
2010 ini 29,12%. 

Jadi terlihat grafiknya terus menurun untuk belanja publik. Sedangkan yang 
sangat miris kita lihat di saat kita melirik alokasi anggaran untuk belanja 
pegawai atau belanja tidak langsung, itu meningkat. Makanya kita katakan bahwa 
Pemerintahan Ramli-Fuadri pada saat ini dalam mengalokasi anggaran sanga-sangat 
tidak berpihak kepada publik."

Ketidakseimbangan alokasi anggaran belanja yang paling mencolok terjadi pada 
tahun 2010 ini. Sekarang terjadi penurunan alokasi anggaran belanja publik 
mencapai 11%, sehingga banyak kegiatan yang berhubungan dengan publik tidak 
dapat di laksanakan. 

Koordinator Gerak Aceh Barat Mulyadi mengatakan ada faktor lain yang 
mempengaruhi pembengkakan anggaran belanja pegawai. Itulah banyaknya Dinas dan 
Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang diperbanyak oleh pemerintah daerah, 
sehingga menimbulkan kerugian ditambah tidak aktifnya para pegawai negeri dalam 
bekerja.

Mulyadi: "Kami merekomendasikan beberapa hal yang perlu di perbaiki oleh Pemda 
Aceh Barat, supaya ada perimbangan anggaran antara dana publik dan aparatur. 
Salah satunya yang utama adanya perampingan struktur di pemerintah daerah. 
Karena kami lihat ada beberapa dinas di kabupaten Aceh barat jika dilihat dari 
sisi anggarannya ternyata tidak efisien. 

Karena anggaran yang ada di SKPD itu lebih banyak untuk belanja aparatur dan 
operasional. Ada enam SKPD yang perlu ditinjau ulang. Yang pertama dinas 
kependudukan dan catatan sipil, 2.dinas kebudayaan, pariwisata, pemuda dan 
olahraga. Kemudian Badan Kesatuan bangsa, politik dan perlindungan masyarakat. 
Yang keempat kantor penanggulangan kebakaran dan alat berat. Yang kelima kantor 
satuan polisi pamong praja dan wilayatul hisbah dan yang keenam kantor arsip 
dan perpustakaan daerah."

Akibat pengesahan APBK tahun 2010 pada tanggal 23 Februari lalu, DPRK Aceh 
Barat dianggap tidak pro-rakyat serta mengabaikan pemenuhan kebutuhan untuk 
kesejahteraan. Ini malah dianggap telah menodai Undang-Undang no 11 tahun 2006 
tentang Pemerintahan Aceh yang telah menetapkan alokasi anggaran belanja untuk 
pelayanan publik dalam APBA/APBK harus lebih besar dari pada alokasi belanja 
aparatur.

Berikut komentar warga Meulaboh dalam menyikapi hal tersebut.

Zamhuri: "Memang tidak ada niat untuk berpihak kepada rakyat. Saya selaku 
mahasiswa sangat prihatin melihat keadaan ini, karena APBK itu memang uang 
rakyat jadi harus dikembalikan ke rakyat. Saya pikir ini menggambarkan bahwa 
pemerintahan ini memang tidak berpihak kepada rakyat, terutama sekali eksekutif 
dan juga legislatifnya."

Dahlia: "Pegawai di Aceh Barat sudah terlalu banyak, tapi kerjanya banyak yang 
tidak jelas. Dan mengapa juga anggaran belanja pegawai tinggi sekali dibanding 
dana untuk publik. Hal ini pasti membuat PNS di daerah berlomba-lomba untuk 
mendapat jabatan karena tunjangan yang tinggi tadi itu."

Hamdi: "Kami atas nama pemuda melihat ini terlalu sangat tidak efektif, apabila 
dana untuk PNS terlalu banyak, dibandingkan dengan dana belanja yang harus 
dialokasikan untuk masyarakat. Jalannya seperti ini: Melihat dari besarnya 
harapan masyarakat hari ini, bagaimana kota Tauhit Tasawuh ini lebih tampil , 
di satu sisi. 

Sedangkan di sisi lain harus ditutupi. Dengan tidak dialokasikannya dana untuk 
masyarakat ataupun untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat sehingga jauh dari 
harapan bagaimana Aceh Barat lebih baik."

Sementara itu pihak DPRK melalui panitia anggaran Zainal Abidin mengatakan, 
''Ada tiga faktor utama yang menyebabkan anggaran publik menurun, pertama dana 
alokasi yang bersumber dari APBD turun 30%, serta pengurangan dana APBD sebesar 
40 milyar hampir terjadi di seluruh daerah di Indonesia.''

Zainal Abidin: "Yang menyebabkan APBD Aceh Barat tahun ini anggaran publiknya 
tidak besar pertama karena dana alokasi umum kita yang bersumber dari APBN 
mengalami penurunan lebih kurang 30%, hampir 40 milyar mengalami pengurangan. 

Dan ini tidak hanya Aceh Barat saja, tapi hampir seluruh kabupaten yang ada 
Indonesia. Dana ini memang terjadi pengurangan, seiring bertambahnya jumlah 
kabupaten baru di seluruh Indonesia. Kemudian yang kedua pegawai semakin 
meningkat, dibandingkan dengan pegawai yang memasuki masa pensiun, ditambah 
dengan anggaran yang tidak bertambah-tambah."

Zainal Abidin melanjutkan, "Makanya sebagian anggaran memang terserap untuk 
membiayai aparatur, baik itu aparatur yang ada di eksekutif maupun aparatur 
yang ada di legislatif. Dan faktor selanjutnya adalah kalau kita lihat dari 
struktur SKPD yang ada di Aceh Barat hari ini, memang sedikit gemuk, bahkan ada 
dinas yang anggarannya hanya anggaran rutin biasa saja, tapi dipertahankan. 

Namun demikian kita sudah memberikan masukan kepada bupati dan wakil bupati, 
agar untuk tahun 2011 dipersiapkan Qanun tentang penciutan SKPD yang ada di 
Aceh Barat. Dengan banyaknya SKPD menjadi lahan yang banyak dilirik oleh 
pegawai yang punya eselon, eselon dua, eselon tiga dan seterusnya."

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah kabupaten Aceh Barat tahun 2010 sebesar Rp 
443 milyar, dengan alokasi dana untuk publik sebesar Rp 29 milyar atau 29%, 
sedangkan alokasi dana untuk aparatur/pegawai sebesar Rp 314 milyar milyar atau 
7%.

Dalam pedoman pengelolaan Keuangan Daerah yang tertuang pada Peraturan Menteri 
Dalam Negri No. 59 tahun 2007 dinyatakan bahwa "pengelolaan keuangan daerah 
harus berpedoman pada undang-undang dan diutamakan untuk pemenuhan kebutuhan 
masyarakat banyak." 

Namun dalam kenyataan setiap tahunnya Undang-Undang dan Peraturan hanya 
dijadikan simbol dalam mempermanis sebuah kebijakan untuk memuluskan keinginan 
para pihak eksekutif dan legislatif dengan tujuan tertentu, tanpa melihat 
kebutuhan publik yang lebih harus diutamakan.

Simak laporan lengkap di sini:


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke