Parlemen AS Cemaskan Perang Afganistan

Komentar: AS tidak belajar dari kekalahan Uni Soviet di Afganistan! 3 bulan 
lalu sesumbar mau menaklukkan Taliban. Sekarang mulai ragu-ragu...


                        Rabu, 16 Juni 2010 | 13:49 WIB
            
                                  
                                  www.savethechildren.org.uk
                                  
                                  
                                        Ilustrasi
                                  
                                          
                                        
                                        WASHINGTON, KOMPAS.com —
Para anggota parlemen Amerika Serikat makin cemas terhadap perang di
Afganistan di tengah tanda-tanda bahwa serangan di Kandahar, tempat
kelahiran Taliban, tidak akan berjalan mulus sesuai harapan. Hal ini
dikatakan pemimpin Dewan Perwakilan, Rabu (16/6/2010). 

"Saya
pikir ada kecemasan terhadap perang Afganistan. Saya pikir kami semua
merasakan kecemasan itu," kata Pemimpin Mayoritas Demokrat di Dewan
Perwakilan, Steny Hoyer, kepada para wartawan dalam penjelasan
mingguannya. 

"Serangan itu tak akan berlangsung semulus yang
saya perkirakan. Kami kini justru mendengar bahwa di Kandahar segala
sesuatunya tidak bisa dipecahkan secepat mungkin, seperti yang kita
harapkan," katanya. 

Kongres AS diperkirakan segera akan
memutuskan rancangan undang-undang pengeluaran untuk perang darurat.
Pengeluaran tersebut untuk membiayai operasi-operasi di Irak dan
Afganistan, yang menghadapi perlawanan dari sekutu-sekutu Demokrat di
Gedung Putih. 

"Menurut pandangan saya, saya mendukung permintaan Presiden," kata Hoyer. 

Dia
menegaskan, keberhasilan adalah hal yang sangat penting di Afganistan
dan Pakistan, terutama terhadap Taliban dan pemimpin jaringan teroris
Al Qaeda, Osama bin Laden. 

"Tapi saya rasa bahwa pertanyaan
Anda adalah apakah saya mendengar peningkatan pembicaraan ke arah itu.,
saya rasa jawabannya adalah 'ya'," katanya menambahkan.



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke