Mas Satrio,

Saya lebih setuju dengan pandangan Prof Ahmad Ali yang menggunakan istilah:
'diduga keras/kuat' ketimbang (tanpa) kata mirip.
AFAIK, di duga keras/kuat sudah memenuhi kaidah 'praduga tidak bersalah',
yang
hakikatnya hanya sekedar mengulur" waktu saja - agar pelakunya tidak cepat
disalahkan..

Beda halnya kalau kita lihat penyidikan kasus yang dilakukan oleh rakyat
biasa..
mana ada kita temukan istilah diduga dilakukan atau dilakukan oleh orang
yang
mirip dengan si anu.. bahkan penyidik bisa melakukan rekonstruksi dengan
pelaku
dan (orang yang memerankan) korban..

-- 
Wassalam,

Irwan.K
"Better team works could lead us to better results"
http://irwank.blogspot.com
fb/twitter/skype: irwank2k2

Pada 17 Juni 2010 20:08, Satrio Arismunandar
<[email protected]>menulis:

>
>
> Soal kata "mirip" yang sering digunakan ketika menyebut pelaku pembuatan
> video porno, seorang rekan jurnalis yang mengedit berita tentang ucapan
> Menkominfo Tifatul Sembiring menggarisbawahi:
>
> Tifatul memang melontarkan kalimat yang isinya kira-kita begitu (...jangan
> gunakan kata "mirip" dalam kasus video porno...). tapi
> itu konteksnya 'menyindir' soal ketidakjelasan siapa pelakunya. seperti
> satire lah. Jadi, Tifatul bukan menyarankan agar benar-benar kata 'mirip'
> dihilangkan dalam pemberitaan.
>
> (Notes: Secara teknis produral hukum memang siapa pembuat video porno yang
> muncul dalam video itu harus ditentukan oleh pakar TI/telematika. Tetapi,
> bagi masyarakat awam, siapa pembuat yang muncul dalam video itu sebenarnya
> sudah "terang benderang" dan sudah berstatus "kesimpulan", bukan cuma dugaan
> atau perkiraan, sehingga penggunaan kata "mirip" dalam berbagai pemberitaan
> malah jadi bahan bercandaan masyarakat awam)
>
> Semoga berguna untuk lebih menjelaskan konteks peristiwa.
>
> Thx.
> Satrio
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>



-- 
Wassalam,

Irwan.K
"Better team works could lead us to better results"
http://irwank.blogspot.com
fb/twitter/skype: irwank2k2


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke