http://kesehatan.kompas.com/read/2010/07/12/16113219/Biar.Nggak.Pikun..Cukupi.Vitamin.D-14


Biar Nggak Pikun, Cukupi Vitamin D
Senin, 12 Juli 2010 | 16:11 WIB

Kompas.com - Orang yang punya level vitamin D cukup dalam tubuhnya, cenderung 
akan terhindar dari penyakit pikun atau Alzheimer di masa tua. Selain kadar 
vitamin D yang cukup, masih harus ditambah lagi dengan aktivitas gerak badan 
secara teratur. 

Demikian hasil riset yang dipaparkan dalam konferensi internasional tentang 
penyakit Alzheimer di Hawai, Amerika. Alzhemair atau pikun kerap terjadi pada 
orang yang menginjak usia di atas 60 tahun. 

Dalam sebuah studi yang dilakukan di kota Framingham, AS, para peneliti 
menganalisis kesehatan jantung dan kemampuan kognitif 1.200 orang berusia 70 
tahun. Penelitian tersebut dilakukan sejak tahun 1948. Pengukuran latihan fisik 
telah dilakukan pada tahun 1986-1987. 

Setelah lebih dari dua dekade 242 responden mengalami demensia, termasuk 193 
kasus Alzheimer. 

Mereka yang melakukan olahraga dengan intensitas sedang hingga berat, risiko 
terkena demensia berkurang hingga 40 persen. Sementara mereka yang melakukan 
olahraga ringan memiliki risiko lebih besar terkena penyakit tersebut, terutama 
pada pria. 

"Ini merupakan studi dengan skala besar dan periode lama. Kesimpulannya, 
melakukan olahraga, minimal dalam intensitas menengah, efektif mengurangi 
risiko pikun," kata Dr Zaldy Tan, dari Brigham and Women's Hospital, Boston. 

Pada studi kedua, para peneliti di Britania Raya menganalisis 3.325 orang 
berusia 65 tahun ke atas yang ikut serta dalam Survey Pemeriksaan Kesehatan dan 
Gizi Nasional Ke Tiga di Amerika. Penelitian tersebut merujuk pada  pengukuran 
kandungan vitamin D dengan kemampuan kognitif. 

Para peneliti mengambil contoh sampel darah responden lalu dibandingkan dengan 
fungsi kognitif yang meliputi tes memori, orientasi ruang dan waktu, serta 
kemampuan pemusatan perhatian. Bagi mereka yang memiliki nilai di bawah 10 
persen digolongkan menderita gangguan kognitif.

Mereka yang mengalami defisiensi vitamin D, beresiko 42 persen lebih tinggi 
terkena demensia dan mereka yang kekurangan vitamin D akut, risikonya 394 
persen lebih tinggi. 

"Tampaknya kemungkinan kenaikan tingkat kerusakan kognitif diasumsikan  pada 
kurangnya vitamin D, konsisten dengan temuan penelitian Eropa sebelumnya," kata 
David Llewellyn, dari University of Exeter Peninsula Medical School.

Secara alami, kulit akan memproduksi vitamin D saat terkena sinar matahari. 
Namun, sebagian besar orang dewasa di Amerika kekurangan vitamin D karena kulit 
kurang produktif  dalam memproduksi vitamin D akibat penuaan dan matahari yang 
terbatas sepanjang tahun. 

Bila kebutuhan vitamin D tidak terpenuhi dari makanan dan minuman, disarankan 
untuk mengkonsumsi suplemen vitamin D yang tersedia di pasaran. "Suplemen 
Vitamin D telah terbukti menjadi cara yang aman, murah dan efektif untuk 
mengobati kekurangan kekurangan vitamin D," kata Llewellyn.

TERKAIT:
  a.. Beragam Cara supaya Tak Lekas Pikun 
  b.. Lupa-lupa Ingat Akibat Demensia 
  c.. Lupa, Demensia, dan Amnesia 
  d.. Mudah Lupa, Pertanda Demensia?


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke