Refleksi : Aspirasi msyarakat Papua adalah bebas dari ikatan yang merugikan. 
Dari segi agama  tidak ada  wahyu Allah yang melarang umatnya untuk tidak boleh 
membebaskan diri dari kekuasaan yang merugikan. Dalam perkawanian atas nama 
Allah  pun  orang boleh cerai, apalagi persekutuan manusia yang merugikan. 
Dalam hukum internasional dinyatakan hak menntukan nasib sendiri.  Apakah 
rakyat Papua tidak boleh merdeka dan bebas menentukan kehidupan dan hari depan 
mereka sendiri? Apa komentar Anda yang pandai politik? 

http://regional.kompas.com/read/2010/07/13/13301545/Aspirasi.Masyarakat.Papua.Dievaluasi


OTONOMI KHUSUS
Aspirasi Masyarakat Papua Dievaluasi
Selasa, 13 Juli 2010 | 13:30 WIB
 
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Peserta karnaval dari Provinsi Papua memeriahkan Jember Fashion Carnival di 
TMII, Jakarta, Minggu (25/4/2010). Selain menampilkan peragaan busana dari 
Jember, karnaval ini juga dimeriahkan oleh atraksi budaya dari beberapa 
provinsi di Indonesia. 

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan 
Djoko Suyanto mengatakan, soal permintaan referendum warga Papua Barat terkait 
otonomi khusus akan dievaluasi Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat. 
"Ada 11 aspirasi. Ini akan dibahas (DPRP Papua Barat), apa saja yang bisa 
diterima," ujar Djoko kepada wartawan, Selasa (13/7/2010) di Istana Negara, 
Jakarta.

"
Mereka sebenarnya ingin menuntut kesejahteraan. "
-- Patrialis Akbar.

Djoko membantah anggapan yang mengatakan bahwa komunikasi pemerintah pusat 
dengan otoritas Papua Barat kurang lancar. Pemerintah, sambungnya, sudah dua 
kali melakukan pertemuan dengan Majelis Rakyat Papua (MRP) dan DPRP. Pertemuan 
itu digelar di Balai Kartini dan Kementerian Polhukam.

Sementara itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar mengatakan, 
dirinya menyadari adanya upaya pihak-pihak tertentu yang hendak melakukan 
provokasi agar masyarakat Papua Barat memisahkan diri dari Indonesia.

Menkum dan HAM menegaskan, mereka adalah darah daging bangsa Indonesia. Ketika 
ditanya alasan mengapa mereka menghendaki referendum, Patrialis menduga hal ini 
berkaitan dengan kesejahteraan. "Mereka sebenarnya ingin menuntut 
kesejahteraan," ujarnya.

TERKAIT:
  a.. Tahanan Politik di Papua Tak Sudi Grasi
  b.. Lembaga Adat Pertanyakan Proyek Sawit


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke