Refleksi: Siaran bencana ini penting untuk didengar di Bonn, sebab kalau 
bencana banjir menimpa Jakarta  karena sungai Ciliwung meluap-luap airnya, maka 
pasti pada bersamaan waktu juga di Bonn  akan banjir, karena sungai Rhein 
termuntah-muntah airnya. Bagi yang berdiam di Bonn dan sekitarnya supaya 
mengikuti dengan saksama siara radio Siaga Bencana dari Jakarta. hehehe

http://antaranews.com/berita/1279037786/siaran-radio-siaga-bencana-fm-terakses-di-bonn

Siaran Radio Siaga Bencana FM Terakses di Bonn
Selasa, 13 Juli 2010 23:16 WIB | Ekonomi & Bisnis | Bisnis | 


Padang (ANTARA News) - Siaran Radio Siaga FM yang dipancarkan Jaringan Jurnalis 
Siaga Bencana (JJSB) Indonesia dari studio di kawasan GOR Haji Agus Salim, 
Padang, dapat diakses di Bonn, Jerman.

Saat berada di Bonn, pekan lalu saya dapat mengakses siaran radio Siaga FM 
melalui situs http://www.s6.myradiostream.com/15226.pls, kata Direktur 
Eksekutif, Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) Patra Rina Dewi kepada ANTARA di 
Padang, Selasa.

Dengan demikian, tentunya semua informasi tentang kebencanaan, terjadinya 
bencana dan upaya-upaya penanggulangannya di Sumatera Barat (Sumbar) 
sebagaimana disiarkan radio Siaga FM ini telah dapat diakses masyarakat 
internasional, tambahnya.

Informasi ini sangat bermanfaat untuk menggugah masyarakat internasional 
memberikan bantuan jika terjadi bencana di Sumbar, apalagi wilayah pesisir 
pantai ini merupakan kawasan paling beresiko di dunia terhadap bencana gempa 
diikuti gelombang tsunami.

Siaran Radio Siaga FM, resmi mengudara (on-air) ditandai peluncuran oleh 
Gubernur Sumbar di Padang, Senin (12/7) malam.

Peluncuran siaran radio yang mengudara pada frekwensi FM 107,5 Mhz ini ditandai 
pembunyian sirene oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI diwakili anggota 
DPD-RI, Emma Yohana didampingi Gubernur Sumbar, Walikota Padang Fauzi Bahar, 
Bupati Padang Pariaman, Muslim Kasim dan sejumlah kepala daerah lainnya di 
Sumbar.

Radio siaga FM dikelola JJSB Indonesia didirikan atas kerjasama dengan lembaga 
bantuan kemanusiaan internasional Trocaire Irlandia dan Komunitas Siaga Tsunami 
(Kogami) Indonesia. 

Selain disiarkan melalui gelombang radio, siaran Siaga FM juga disiarkan ke 
dunia internasional melalui situs http://www.s6.myradiostream.com/15226.pls.

Menurut Koordinator JJSB John Nedi Kambang, radio ini sebagai salah satu upaya 
meningkatkan kesiapsiagaan warga kota Padang terhadap ancaman bencana tsunami, 
sekaligus wadah pendidikan kebencanaan bagi masyarakat pesisir pantai Barat, 
Sumbar yang merupakan daerah paling beresiko Tsunami di dunia.

Pendirian radio ini, menurut dia, setelah melihat hasil penelitian sejumlah 
lembaga internasional yang menyebutkan, Padang merupakan daerah paling rawan 
gempa dan tsunami di dunia, dimana sekitar 400 ribu warga di Padang bermukim di 
kawasan "red-zone" (zona paling berbahaya) pada pesisir pantai.

Keberadaan radio ini merupakan bagian dari upaya mensinkronisasikan usaha-usaha 
penanggulangan bencana, khususnya gempa dan tsumani di wilayah pesisir pantai 
Barat Padang, katanya.

Radio ini juga akan memperkuat lembaga pendidikan formal dalam penanggulangan 
gempa dan tsunami di Sumatra Barat, tambahnya.

Selain itu, radio ini dibangun terintegrasi dengan sistim penyebaran informasi 
peringatan dini yang digunakan pemerintah daerah tersebut.

Menurut dia, melalui siaran radio ini diharapkan mampu meningkatkan 
kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana khususnya gempa dan tsunami diiringi 
peningkatan pengetahuan tentang kebencanaan.

Peningkatan pengetahuan ini dipercaya bisa memacu perubahan persepsi masyarakat 
terhadap resiko bencana sebagai langkah awal transisi menuju budaya siaga 
bencana di kota berpenduduk lebih dari 800 ribu ini.

Padang dan Sumatra Barat merupakan salah satu wilayah paling rawan bencana dan 
terakhir terjadi gempa 7,9 SR diikuti tanah longsor pada 30 September 2009 yang 
menyebabkan 1.195 korban tewas dan lebih 200.000 unit bangunan rusak dengan 
kerugian materiil lebih dari Rp21 triliun.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke