http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?ses=&id=1272

23 Juli 2010 01:53:17





Di Puncak Jaya, OTK Bakar Tiga Mobil




Dua Warga yang Dikabarkan Hilang Akhirnya Selamat


JAYAPURA - Kelompok orang tak dikenal (OTK) kembali berulah di Puncak Jaya, 
Papua. Rabu (21/7) sekitar pukul 17.00 WIT lalu, tepatnya di wilayah Kampung 
Kalome, Distrik Tingginambut, Puncak Jaya mereka membakar tiga unit mobil jenis 
Strada yang datang dari arah Wamena menuju Mulia, Puncak Jaya.


Akibat peristiwa ini, tiga mobil itu hangus terbakar. Tidak hanya itu, dari 
kejadian tersebut juga diperoleh informasi bahwa seorang supir yang diketahui 
bernama Timotius Enumbi dan dua warga lainnya yaitu Nemince Wonda dan Lanko 
Nafi terkena serpihan peluru. Bupati Puncak Jaya, Lukas Enembe,SIP saat ditemui 
wartawan di Jayapura, Kamis (22/7) membenarkan kejadian itu.  "Rabu (21/7) 
sekitar pukul 17.00 WIT terjadi penghadangan oleh sekelompok warga sipil 
bersenjata diduga pimpinan Goliat Tabuni terhadap 4 mobil dari Wamena, 
Kabupaten Jayawijaya menuju Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Tepat di perjalanan 
daerah Kampung Kalome, Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya sekitar 2 km 
dari Pos TNI Kalome dihadang kemudian membakar 3 mobil yang sedang membawa 
bahan makanan (Bama), namun 1 mobil dilaporkan berhasil melarikan diri ke arah 
Wamena," ungkapnya.


Dikatakan, dari informasi awal dilaporkan ada 2 warga masyarakat asli Puncak 
Jaya yang diketahui bernama Timotius Enumbi dan Nemince Wonda dinyatakan hilang 
atau tidak ditemukan saat kejadian penghadangan dan pembakaran itu, namun 
setelah dikonfirmasi Kamis (22/7) kemarin, kedua warga tersebut akhirnya 
diketahui telah menyelamatkan diri ke Pos Polisi Tingginambut.


Bupati Lukas Enembe mengatakan, pihaknya pernah memberikan deadline kepada 
kelompok sipil bersenjata itu dan deadline itu sudah berakhir pada 28 Juni 2010 
lalu, dengan demikian pihaknya kembali memberikan deadline berikutnya untuk 
turun dan bergabung dengan warga lainnya, kemudian sama-sama membangun Puncak 
Jaya. "Kita sebenarnya tidak bisa memberikan deadline hanya satu kali sehingga 
semua ini harus dipersiapkan dan kita juga harus mengatur teknis, mekanisme dan 
biaya," tukasnya. Diakuinya, sampai hari ini setelah pertemuan dengan gubernur 
tentang koordinasi soal gangguan keamanan di Puncak Jaya, belum ada informasi 
soal bantuan dari provinsi sehingga dengan kondisi APBD Puncak Jaya saat ini 
belum bisa berbicara tahap selanjutnya, karena APBD terbatas. 


Oleh karena itu, justru deadline yang diberikan sampai 28 Juni 2010 ini, 
pihaknya mendapatkan surat dari Goliat Tabuni yang meminta bahwa merdeka adalah 
harga mati kemudian meminta persenjataan kepada Bupati untuk menantang.  "Ini 
adalah ideology yang berseberangan dengan kita, oleh karena itu harus dibuatkan 
perhitungan yang baik dan tidak gegabah melakukan suatu hal seperti penyisiran 
dan tidak segampang itu," ujarnya lagi.


Disinggung soal keberadaan 1 SSK anggota Brimob di Puncak Jaya, Lukas Enembe 
yang juga Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah menambahkan, medan di Puncak 
jaya sangat sulit sehingga siapapun bertugas di sana pasti mengatakan medan 
sangat sulit, bahkan telah menelan 1 korban tewas anggota Brimob yang baru 
ditugaskan. "Sehingga terlatih bagaimanapun anggota itu pasti akan sulit dengan 
medan sebab gerombolan itu lebih menguasi medan dan tidak cukup hanya 1 SSK 
saja untuk mereka mengejar," ujarnya.


Di tempat terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda 
Papua, Komisaris Besar Polisi, Wachyono ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos 
membenarkan peristiwa tersebut. "Kelompok sipil bersenjata itu menghadang 
kemudian membakar 3 unit mobil yang datang dari arah Wamena menuju Mulia. 1 
unit mobil berhasil melarikan diri ke arah Wamena sementara 3 diketahui 
terbakar. Kemudian 2 orang korban yang terkena serpihan peluru dan sebelumnya 
memang diinformasikan belum ditemukan keberadaannya maka setelah dikroscek 
ternyata selamat dan sedang berada di Pos Polisi Tingginambut," tukasnya.


Secara terpisah, kakak kandung Timotius Enumbi, Piton Enumbi ketika 
dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis (22/7) kemarin mengakui telah 
mendapatkan informasi dari Mulia, Puncak Jaya tentang keberadaan adiknya 
selamat. "Informasi dari keluarga di Mulia, Puncak Jaya bahwa adik saya selamat 
dan saat ini sedang berlindung di Pos Polisi Tingginambut dan rencananya akan 
bertolak menuju Mulia," tandasnya. (nal/fud)
(scorpions)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke