Refleski : Bagaimana dengan  pembunuhan-pembunuhan di Banda dan di Maluku pada 
umum pada tahun 1999-2002, apakah SBY sebagai sponsor tidak mempunyai tanggung 
jawab. Untuk menyegarkan ingatan, click situs ini : 
http://www.youtube.com/watch?v=jlwaKAycFYY


http://regional.kompas.com/read/2010/07/23/14011153/Des.Alwi.Bangun.Rumah.SBY.di.Banda

SAIL BANDA
Des Alwi Bangun Rumah SBY di Banda
Jumat, 23 Juli 2010 | 14:01 WIB
 
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Des Alwi saat peluncuran bukunya berjudul A Boy from Banda di Gedung Joang 45, 
Jakarta, Jumat (30/4/2010). 

AMBON, KOMPAS.com - Sesepuh masyarakat Banda, Des Alwi membangun rumah Susilo 
Bambang Yudhoyono (SBY) di Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah untuk 
perisitirahatan Kepala Negara saat Sail Banda yang pesertanya dilepas dari 
Darwin, Australia, 24 Juli 2010.


Saya memberikan penghargaan yang tulus kepada Presiden SBY dengan dambaan 
beliau berkenan berkunjung ke Banda. 
-- Des Alwi

Des Alwi ketika dikonfirmasi Antara ke Banda, Jumat (23/7/2010) membenarkan, 
membangun rumah SBY sebagai ungkapan terima kasih karena telah mempercayakan 
Banda sebagai ikon kegiatan bahari bertaraf internasional tersebut. "Saya 
memberikan penghargaan yang tulus kepada Presiden SBY dengan dambaan beliau 
berkenan berkunjung ke Banda karena masyarakat di sini sangat antusias 
menerimanya," ujarnya.

Des Alwi mengatakan pembangunan rumah SBY dengan enam kamar yang berlokasi di 
samping Hotel Maulana miliknya itu bertujuan untuk memberikan kenyamanaan bagi 
Presiden guna menikmati pesona Banda telah ditetapkan Unesco sebagai warisan 
budaya dunia.

"Kamar-kamar di Hotel Maulana maupun lainnya, termasuk home stay memang 
tersedia dan layak. Hanya saja, rumah SBY ini merupakan penghargaan kepada 
Presiden karena peduli dengan potensi kelautan dan perikanan Indonesia, 
termasuk Banda yang sempat dikunjungi Wapres Boediono dan istrinya Ny Herawati 
pada 26-28 September 2009," katanya.

Des Alwi menegaskan, rumah SBY bakal mencatat sejarah karena di Banda juga 
dilestarikan rumah pengasingan Proklamator RI, Muhammad Hatta serta tokoh 
nasional lainnya seperti Sutan Sjahrir dan Cipto Mangunkusumo. Hatta dan 
Sjahrir menjalani pengasingan oleh penjajah Belanda pada 1935-1942.

"Masyarakat Banda sangat menghormati kedua tokoh nasional tersebut sehingga 
mengabadikan nama mereka untuk Sekolah Tinggi Ilmu Perikanan (STIP) Banda 
Naira. Jadinya, masyarakat Banda mendambakan kunjungan Presiden SBY ke sana," 
ujar Des Alwi.

Sekda Maluku Tengah, AR Sukur menilai pembangunan rumah SBY dengan dana pribadi 
Des Alwi strategis bagi pengembangan pariwisata Maluku, terutama Banda. "Rumah 
SBY menambah koleksi rumah para tokoh nasional di Banda sehingga merupakan aset 
pariwisata yang perlu dimanfaatkan untuk mendorong turis berkunjung ke sana," 
ujarnya.

Sukur mengatakan menjelang Sail Banda yang pesertanya dijadwalkan tiba di Banda 
Naira pada 27 Juli 2010, Pemkab Maluku Tengah telah merenovasi rumah 
pengasingan Hatta dan Sjahrir serta sejumlah situs sejarah lainnya. "Langkah 
ini dilakukan dengan harapan Presiden SBY berkenan mengunjungi Banda Naira dan 
menyempatkan diri meninjau rumah Proklamator Muhammad Hatta," katanya.

TERKAIT:
  a.. Sambut Tetamu di Gerbang Ambon
  b.. Ribuan Personel TNI-Polri Diturunkan untuk Amankan Sail Banda
  c.. Kodam Pattimura Siap Amankan Sail Banda
  d.. Tarian Barongsai Ramaikan Sail Banda


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke