"Ibukota Tak Pindah, Rusuh 98 Bisa Terulang"
Arfi Bambani Amri
Kamis, 29 Juli 2010, 16:25 WIB
VIVAnews -
Pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Indonesia, Andrinof Chaniago, menyatakan pemindahan Ibukota ke luar
Pulau Jawa mendekati titik urgensi. Menurutnya, Jakarta berpotensi
mengalami ledakan sosial dalam rentang 20 tahun yang akan datang.
"Kalau
tidak ada keputusan politik untuk pindah, kita mungkin menghadapi
ledakan sosial seperti Mei 1998," kata Andrinof dalam jumpa pers di
sebuah restoran di Jakarta, Kamis 29 Juli 2010.
Ledakan sosial
itu, kata anggota Visi Indonesia 2033 itu, karena menajamnya
kesenjangan sosial di Jakarta. Kelas menengah ke bawah yang tak bisa
mengakses perumahan murah di tengah kota terpaksa mendiami perumahan
kumuh atau tinggal di luar kota. Ketika tinggal di luar kota, muncul
beban transportasi karena lapangan pekerjaan hanya tersedia di tengah
kota.
Saat yang sama, pemerintah tidak memberikan pelayanan
transportasi massal, cepat dan murah sehingga beban untuk warga
menengah ke bawah semakin besar. "Muncullah cost of poverty,"
kata Tata Mutasya, ekonom lulusan Universitas Indonesia dalam jumpa
pers bersama Andrinof. "Yaitu orang miskin membayar lebih mahal," kata
Tata yang mendapatkan master di bidang ekonomi dari sebuah universitas
di Turin, Italia, itu.
Maksudnya membayar lebih mahal adalah,
orang-orang kalangan menengah atas yang bisa tinggal di dalam kota tak
membutuhkan biaya banyak untuk tiba di tempat kerja. Sementara,
kalangan menengah bawah harus berjibaku dengan kemacetan namun juga
dengan biaya yang lebih banyak untuk sampai ke tempat kerja.
Jadinya
apa? "Satu dari sepuluh orang di Jakarta ini bisa dikatakan mengidap
gangguan jiwa ringan," kata Andrinof. Kemudian delapan dari sepuluhnya
mengalami stres. Kemudian angka kriminalitas menaik karena perbedaan
pendapatan yang semakin tajam.
"Jelas, mempertahankan Jakarta
sebagai Ibukota sampai beberapa tahun ke depan sangat berbahaya, karena
segregasi semakin menajam," katanya. (hs)
Satrio Arismunandar
Executive ProducerNews Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 3542, Fax: 79184558,
79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.com
HP: 0819 0819 9163
"Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan turunnya si tigawarna
(Belanda). Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk, belumlah pekerjaan
kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyaknya keringat"
(Pidato Bung Karno, 17 Agustus 1950)
[Non-text portions of this message have been removed]