http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=9246
MENHAN MINTA TNI PERIKSA PERSENJATAAN PERSONIL
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro meminta TNI untuk
memeriksa seluruh persenjataan personilnya, menyusul ditemukannya senapan laras
panjang jenis AK-47 dan M-16 dalam aksi perampokan Bank CIMB, Medan, Rabu
(18/8).
"Kita akan minta TNI untuk melakukan pemeriksaan internal terhadap persenjataan
personelnya," katanya, usai memimpin wisuda perdana Universitas Pertahanan
Indonesia di Jakarta, Sabtu petang.
Purnomo mengaku, belum mendapat laporan adanya persenjataan personel TNI yang
hilang.
"Kami juga belum menerima permintaan Polri, terkait ditemukannya senjata
organik
yang biasa digunakan personel TNI dan Polri. Kita akan selidiki dulu, TNI agar
memeriksa lebih teliti persenjataan personelnya," ujarnya.
Purnomo juga akan memeriksa kemungkinan senjata jenis tersebut adalah sisa dari
konflik bersenjata di Aceh beberapa tahun silam.
"Bisa saja senjata itu bekas konflik di Aceh yang masih belum dikembalikan, dan
dibawa ke Medan untuk mendukung aksi kejahatan itu. Semua kemungkinan akan kita
periksa," katanya.
Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Marwoto Soeto
sebelumnya mengatakan, senjata laras panjang AK-47 dan M16 serta beberapa jenis
pistol bisa saja berasal dari sisa-sisa Gerakan Aceh Merdeka.
"Diduga, masih ada senjata sisa GAM yang beredar," Marwoto.
Meski begitu, lanjut Marwoto, bukan berarti pula pelakunya adalah mantan
anggota
GAM atau bahkan oknum TNI dan Polri. Ia mengingatkan, Medan juga merupakan
salah
satu daerah tempat pelarian GAM.
"Ada jalan tembusnya dari Aceh Selatan. Saya dulu pernah bertugas di Aceh,"
jelas Marwoto.
Ada empat jenis senjata yang diduga digunakan pelaku. Jenis senjata itu yakni,
AK47, M16, SS1, dan pistol Revolver.
Sumber : Antara
[Non-text portions of this message have been removed]