http://www.detikfinance.com/read/2010/08/21/130918/1424826/4/panen-melimpah-harga-cabai-terjun-bebas
Sabtu, 21/08/2010 13:09 WIB
Panen Melimpah, Harga Cabai Terjun Bebas
Ramdhania El Hida - detikFinance
Jakarta - Mungkin ini merupakan kabar gembira bagi Anda penggemar masakan
pedas.
Pasalnya, harga cabai mulai turun drastis pada seminggu terakhir ini.
Berdasarkan pantauan detikFinance di Pasar Rawamangun, harga cabai terjun bebas
ke harga Rp 25 ribu/kg. Padahal bulan lalu harga cabai ini sempat melambung di
harga Rp 40 ribu/kg saat menjelang bulan puasa.
Rifo, salah seorang pedagang cabai di Pasar Rawamangun ini menyatakan saat ini
pasokan cabai sedang banyak. Karena banyaknya daerah penghasil cabai yang
sedang
panen.
"Seminggu ini turun karena panen banyak jadi harga murah," ujarnya di sela
melayani pembeli, Sabtu (21/8/2010).
Hal serupa juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih. Harga bawang merah
turun Rp 2 ribu dari Rp 16 ribu/kg menjadi Rp 14 ribu/kg. Begitu juga dengan
pasangannya, harga bawang putih bahkan turun Rp 4 ribu dari Rp 28 ribu/kg
menjadi Rp 24 ribu/kg.
Rifo mengakui harga tinggi masih dialami cabai rawit merah yang harga per
kilogram mencapai Rp 60 ribu. Sedangkan, cabai rawit hijau juga stabil pada
harga Rp 16 ribu/kg.
"Yang tinggi itu cabai rawit merah, bertahan di Rp 60 ribu per kilogram,"
ujarnya.
Sebelumnya Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengakui terjadi penurunan
harga pada kebutuhan pokok seperti daging ayam, telur, dan cabai. Komoditi
tersebut mulai turun sekitar 10-15% memasuki awal pekan kedua puasa setelah
sebelumnya harganya melonjak.
"Beberapa hari sebelum puasa cabai, daging ayam, telur dan daging sapi naik
dengan cepat. Tapi setelah beberapa hari puasa ternyata harga turun sekitar
10-15%," ujar Mari.
Dari sejumlah kebutuhan bahan pokok, beras merupakan komoditas yang harganya
belum mengalami penurunan. Sementara daging sapi, meskipun turun namun harganya
masih cukup tinggi karena penurunannya tidak besar.
"Tapi ini masih sesuai dengan tren musiman. Jadi tidak perlu khawatir, karena
stok cukup sampai akhir puasa, lebaran dan akhir tahun," paparnya.
(nia/dnl)
[Non-text portions of this message have been removed]