Memang untuk komunitas pencinta buku di bandung, kasus ini cukup menyentak. Kasian Bilven.
Barangkali benar acara ini tak punya izin Tapi bukankah hanya kepolisian yang boleh membubarkan ? Btw kalo kita bikin api unggun dan diskusi Rovering to Success kita bakal dibubarkan tidak ya ???? Duh Hendro Prakoso --- In [email protected], untung widyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > [dari milis tetangga] > > > KRONOLOGIS PEMBUBARAN DISKUSI FILSAFAT DAN PENANGKAPAN > SERTA PEMUKULAN OLEH FORUM MASYARAKAT ANTI KOMUNIS > (FORMAK) DAN PEMUDA PANCA MARGA (PPM) DI TOKO BUKU > ULTIMUS > > Bandung, 14 Desember 2006 > > Pukul 18.30 > Peserta mulai berdatangan, di depan ULTIMUS sudah > terparkir mobil dan anggota ORMAS yang mengaku dari > FORMAK. > > Pukul 18.45 > Datang lagi mobil dengan bak terbuka disertai > orang-orang berseragam, di mobil tertuliskan nama > ORMAS "Pemuda Panca Marga". Kedua anggota ormas ini > masuk ke toko buku dan melihat-lihat buku display > ULTIMUS, sebagian lainnya bergerombol di pintu masuk. > > Pukul 19.15 > Diskusi tetap dilanjutkan oleh pihak panitia (toko > buku Ultimus, Rumah Kiri dan Himpunan Mahasiswa HI > Univ Pasundan Bandung) dengan Judul "Diskusi Filsafat > Sosial dan Ekonomi Politik" > Ketua Formak beserta tiga orang anggotanya meminta > berbicara dengan panitia, yang menemui Bilven dari > Ultimus. Pihak Ormas mengancam akan melakukan tindakan > kekerasan jika diskusi tidak dihentikan. Panitia > meminta waktu 30 menit untuk menghubungi Polwiltabes > Bandung, sebab acara diskusi tersebut sudah > diberitahukan lewat surat oleh panitia. Pihak Ormas > sepakat memeberi waktu. > > Pukul 19.20 > Belum sampai tigapuliuh menit, pimpinan Ormas FORMAK, > mengambil alih mic acara diskusi dan membubarkan > acara. Diikuti tindakan intimidatif anggota Ormas yang > memasuki areal diskusi (halaman samping toko buku > Ultimus). Peserta berhamburan keluar kea rah UNPAS (di > depan Ultimus), anggota ormas mengejar hingga ke dalam > kampus. > Saudara Sadikin (ketua panitia) dan Marhaen Soeprapto > (pembicara) terkepung massa di areal parker UNPAS, > salah seorang anggota ormas (jaket hitam dan berambut > panjang) memukul saudara Sadikin dan memaksa > memasukkan keduanya ke dalam mobil milik Ormas FORMAK. > > > Pukul 19.50 > Sadikin dan Marhaen di bawa ke SAT INTEL Polwiltabes > Bandung oleh anggota Ormas.Tujuh orang peserta diskusi > lainnya dinyatakan hilang. > > Pukul 20.30 (tidak diketahui pasti waktu tepatnya) > Dua orang tua (Bpk. Miin Sukardi, 69Thn dan isterinya > Ibu Eros Rohani, 54 Thn. yang kebetulan membeli buku > di Ultimus, ikut dibawa ke Sat INTEL Polwiltabes > Bandung. > Tujuh orang yang lainnya masih belum diketahui > posisinya, namun seorang saksi melihat mereka semua > dimasukkan ke dalam mobil ormas. Kabar terakhir mereka > dibawa ke Polsek Bandung Tengah. > > Pukul 22.10 > Tujuh orang yang lainnya (Slamaet Pamudji, Hasani > Kurniawan Effendi, Slamet, Dindin Syaefuddin, Ryillan > Candra Eka Wiana, Dani Amegrama, Fuad Abdul Gani, Arif > Rahman) di bawa ke Polwiltabes Bandung untuk dimintai > keterangan. > > Pukul 12.05 > Pihak Pengacara (koordinasi LBH Bandung) mendatangi > Polwiltabes dan bertemu dengan Kasat Serse Bpk Aditya > untuk meinta kejelasan dan alasan penangkapan. > Hingga pagi ini Jumat 15 Desember 2006 (pukul 08.00) > ini Sebelas orang masih ditahan dan akan dipindahkan > ke bagian Reskrim Polwiltabes Bandung. Tuduhan dan > dakwaan belum diketahui hingga hari ini. > > Bandung, 15 Desember 2006 > > > NAMA-NAMA YANG DITAHAN > 1. SADIKIN (AKATIGA), > Sukamsikin RT04/08 Arcamanik Bandung > 2. MARHAEN SOPRATMAN (Pembicara), > Mahasiswa Indonesia di Canada, Canada 1708-9910-104 > 3. HASANI KURNIAWAN EFFENDI > Magelang, Kuliah di Bandung > 4. SLAMET PAMUDJI > Jl Gagak I No. 250 Saukaluyu Bandung > 5. DINIDN SYAEFUDDIN > Pasir Luhur RT 04/10 Padasuka-Cimeryan, Bandung > 6. RYILIAN CANDRA EKAWIANA > Jalan Rawon III No 1 Bandung > 7. DANI AMEGRAMA > Jln. Bhakti No. 9 Pasteur Bandung > 8. FUAD ABDUL GANI > Jln. Sarijadi Blok 18 No 170-171 Bandung > 9. ARIF RAHMAN (wartawan IndeXpress) > Kantor : Jln Veteran No. 1, Jakpus > 10. Bpk. MIIN KUSNADI, 69 Thn. > Jln. Cibiunying Permai III/2 Cigadung Bandung > 11. Ibu EROS ROHANI (isteri Bpk MIIN), 54 Thn > > > > Diskusi Marxis Dibubarkan Paksa > > Bandung, Suara Merdeka CyberNews: Kegiatan diskusi > membahas Marxis dibubarkan secara paksa oleh massa > yang menamakan diri Persatuan Masyarakat > Anti-Komunisme (Permak) di Bandung pada Kamis malam > ini. > > Oleh massa, pembicara Marhaen Supratman dan Panpel, > Sadikin bahkan digiring secara paksa pula untuk > diserahkan kepada aparat kepolisian dengan mobil > mereka. Suasana benar-benar ricuh. > > Kegiatan yang dibubarkan itu bertajuk "Diskusi > Filsafat Sosial dan Ekonomi Politik: Gerakan Marxis > Internasional" , digelar di halaman samping Toko Buku > Ultimus, Jalan Lengkong Besar 127 Bandung. Pembicara > yakni Marhaen, disebut-sebut sebagai WNI yang tinggal > di Kanada. Sekitar 40 orang menghadiri diskusi > tersebut. > > Polisi yang datang kemudian, menyegel tempat tersebut > dengan memasang police line area toko buku tersebut. > Mereka juga mengamankan sedikitnya 9 orang yang > berkaitan dengan penyelenggaran diskusi tersebut. > > Seperangkat sound system turut dibawa bersama > barang-barang lainnya yang mencantumkan logo Marxis. > > Begitu dibubarkan massa, Marhaen dan rekannya sempat > dibawa ke sana kemari sebelum dimasukan secara paksa > ke dalam mobil. Dia sempat pula dibawa ke lobi Kampus > Universitas Pasundan yang berada di seberang jalan. > > Di sana, sejumlah pertanyaan massa mencecarnya. > Suasana benar-benar tidak karuan karena banyak mulut > yang bersuara. "Kamu punya KTP Bandung, tidak?" > > Awalnya, acara sendiri berlangsung lancar. Tapi belum > lama pemuda itu menyampaikan pemikirannya sekitar 10 > menitan, tiba-tiba saja dua orang berjalan menuju > mimbar. Pengeras suara lalu direbut, untuk kemudian > salah seorang dari mereka mengumumkan acara tersebut > dibubarkan. > > "Jangan Bandung menjadi celah kecil komunis > berkembang. Oleh karena itu, dengan segera harap > membubarkan diri saja," katanya sambil menyebut > peristiwa yang melibatkan PKI. > > Tak lama setelah pengumuman itu, dari belakang > terdengar bangku-bangku yang ditendang. Marhaen > kemudian dibawa melalui pintu lain yang melewati > ruangan toko, wartawan pun mengejar. Tapi saat akan > mengambil suasana di lobi kampus, tiba-tiba saja > seorang dari massa memukul kamera milik kameramen > stasiun televisi yang sedang mengambil gambar. > > Kericuhan pun terjadi. Buntutnya, keributan terjadi di > antara keduanya. Dorong-dorongan dan saling adu mulut > pecah. Terlebih, pelaku terkesan dilindungi oleh massa > lainnya. > > Tapi kondisi itu segera reda karena konsentrasi > terpecah, setelah Marhaen terlihat dimasukan ke mobil > dengan paksa oleh massa. > > Kapolresta Bandung Tengah, AKBP Mashudi tak mau banyak > berkomentar atas peristiwa tersebut. "Yang jelas, > kegiatan ini tidak memiliki izin," tandasnya di lokasi > kejadian. > > Marhaen, Sadikin, dan bersama tujuh orang lainnya > langsung menjalani pemeriksaan di Mapolwiltabes > Bandung. > > Saat ini rekan-rekannya, tengah mengupayakan > pendampingan oleh pengacara yang kemungkinan berasal > dari PBHI dan LBH. "Kami sedang mengupayakan itu," > tandas Syaiful, rekan mereka.( dwi setiady/Cn07 ) > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com >

