Salam Pramuka, Maap, mungkin tak semua setuju dengan kata-kata saya, makanya saya berikan tanda kutip pada kata setelahnya. Seringkali saya mendengar dan membaca ketakadilan yang melanda berbagai gugus depan yang kritis terhadap pelaksanaan "LT tak benar". Yang terjadi adalah seolah kekritisan itu adalah sesuatu yang salah sampai sampai gudep itu tak diikut sertakan bila ada kegiatan (iya kalau ada dibuat walau tak sekali dalam setahun= dananya kemana ya?), diblacklis, dianaktirikan atau tindakan-tindakan pembenaran lainnya yang mungkin lebih ke emosi ANAK-ANAK dari PENGURUS KWARTIR daripada ke peraturan (padahal diperaturan gak ada). Mungkin yang salah bukan LT tapi orang yang tak punya nurani disitu. Namun sangat disayangkan ini berlangsung terus, bahkan sebelum saya menapakkan kaki sebagai seorang siaga hingga kini. MEMALUKAN DAN TAK PUNYA HATI NURANI. Cuma itu yang bisa saya ucapkan. Seolah LT telah menjadi pembenaran ketakadilan. Tak perlu rasanya mengupas kesedihan gudep-gudep yang di dhalimi dan dari daerah mana di indonesia ini. Saya menghargai terhadap kakak-kakak yang punya nurani tapi terpaksa bekerja dengan orang-orang yang tak punya nurani. Anda yang msaih punya nurani, bekerjalah dengan baik Mungkin ada harapan yang baik....walau itu cuma MIMPI bagi saya Bagi kakak-kakak yang gudepnya di dhalimi, teruslah berkarya. Toh Anda ada bukan karena mereka. Bekerjalah untuk gudep Anda. Karena bila Anda bekerja dengan ikhlas, baik maka Anda SANGAT-SANGATLAH BAIK dibandingkan orang-orang yang saya ceritakan di atas. Yang terkadang ada disitu bukan karena kemampuan dan aturan yang benar tapi karena kolusi..BENARKAN???Tanya Nurani Anda semua. Ato silakan tanya dari Aceh sampai Papua... Kini Mari kita saksikan LT di depan mata...apakah akan adil ? Ini PENENTUAN SEKALI LAGI = PEMBENARAN vs KEBENARAN walau suatu ketakadilan telah hadir sebagai beginning Salam Pramuka
[Non-text portions of this message have been removed]

