Salam, Barangkali yang penting dibudayakan adalah kebiasaan untuk membicarakan sesuatu secara terbuka. Jadi diungkap saja fakta- faktanya apa adanya.
Seringkali kesantunan membuat fakta yang diungkap disamarkan atau cuma dinyatakan " terjadi perbuatan tidak menyenangkan." Tapi sebenarnya apa dan bagaimananya tidak jelas. Jadi malah terkesan aroma fitnah dan sentimen pribadi. Publik Pramuka, menurut saya, sudah dewasa untuk bicara terbuka. Bagaimana ? Hendro Prakoso --- In [email protected], "Rikky Fernando" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam Pramuka, > Maap, mungkin tak semua setuju dengan kata-kata saya, makanya saya berikan > tanda kutip pada kata setelahnya. Seringkali saya mendengar dan membaca > ketakadilan yang melanda berbagai gugus depan yang kritis terhadap > pelaksanaan "LT tak benar". Yang terjadi adalah seolah kekritisan itu adalah > sesuatu yang salah sampai sampai gudep itu tak diikut sertakan bila ada > kegiatan (iya kalau ada dibuat walau tak sekali dalam setahun= dananya > kemana ya?), diblacklis, dianaktirikan atau tindakan-tindakan pembenaran > lainnya yang mungkin lebih ke emosi ANAK-ANAK dari PENGURUS KWARTIR daripada > ke peraturan (padahal diperaturan gak ada). > Mungkin yang salah bukan LT tapi orang yang tak punya nurani disitu. Namun > sangat disayangkan ini berlangsung terus, bahkan sebelum saya menapakkan > kaki sebagai seorang siaga hingga kini. MEMALUKAN DAN TAK PUNYA HATI NURANI. > Cuma itu yang bisa saya ucapkan. Seolah LT telah menjadi pembenaran > ketakadilan. Tak perlu rasanya mengupas kesedihan gudep-gudep yang di > dhalimi dan dari daerah mana di indonesia ini. > Saya menghargai terhadap kakak-kakak yang punya nurani tapi terpaksa bekerja > dengan orang-orang yang tak punya nurani. Anda yang msaih punya nurani, > bekerjalah dengan baik > Mungkin ada harapan yang baik....walau itu cuma MIMPI bagi saya > Bagi kakak-kakak yang gudepnya di dhalimi, teruslah berkarya. Toh Anda ada > bukan karena mereka. Bekerjalah untuk gudep Anda. Karena bila Anda bekerja > dengan ikhlas, baik maka Anda SANGAT-SANGATLAH BAIK dibandingkan orang-orang > yang saya ceritakan di atas. Yang terkadang ada disitu bukan karena > kemampuan dan aturan yang benar tapi karena kolusi..BENARKAN??? Tanya Nurani > Anda semua. Ato silakan tanya dari Aceh sampai Papua... > Kini Mari kita saksikan LT di depan mata...apakah akan adil ? > Ini PENENTUAN SEKALI LAGI = PEMBENARAN vs KEBENARAN > walau suatu ketakadilan telah hadir sebagai beginning > Salam Pramuka > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

