Salam Pramuka,

Pening juga saya sepulang dari pertemuan di Kwartir Ranting saya. 
Masalahnya banyak rekan pembina yang mau ikutan KML tapi biayanya 
sungguh berat untuk dijangkau. 

Dari Kwarran, ke Kwarcab lihat edaran KPD. Biayanya juga besar. Di 
kwarcab lain ternyata sampai angka 500 ribu rupiah.

Komentar teman-teman :

" Kak, untuk kegiatan rutin saja dananya seret, apalagi kalau bayar 
KML harus segitu besar."

" Uangnya mending buat masukin anak saya sekolah SD."

" Aktif di Pramuka sudah menyita waktu, tenaga dan uang, sekarang 
mau meningkatkan diri kok biayanya mahal benar."

" Pramuka kok mahal ya ??? Sudah nggak ada ya kesprasahajaan hidup-
nya"

Dst ... dst .....

Sungguh bikin pening kepala.

Jika biaya kursus jadi 500 ribu minimal, maka apakah makin banyak 
pembina yang tak bisa meng-up grade dirinya ?

Bagaimana teman-teman lain ? Apakah subsidi dari Mabicab/Pemda di 
tempat kakak besar sehingga biaya ke peserta dapat ditekan sekecil 
mungkin ? Atau ada kiat untuk dengan hemat kursus tetap berkualitas ?

Hendro Prakoso

Kirim email ke