Salam Pramuka,
  Kak Hendro dan kakak-kakak lain yang baik, memang mengikuti kursus pembina 
mahir, untuk cukup banyak orang makin lama makin terasa mahal. Di DKI Jakarta, 
kebetulan ada kursus yang penyelenggaraannya disponsori oleh Dinas Pendidikan 
dan Dinas Olahraga. 
  Namun selesai KML (seperti yang pernah saya ikuti), seseorang baru mendapat 
sertifikat telah mengikuti KML. Sedangkan untuk memperoleh selendang dan pita 
mahir, perlu pemantapan dulu. Biasanya di sini, perlu keluar uang pribadi. 
Apalagi untuk menyelesaikan karya tulis yang menjadi sebagian persyaratan akhir 
KML. Ini pun perlu biaya. Lalu, kalau tak ada sponsor/tidak disponsori, untuk 
pelantikan menjadi Pembina Pramuka Mahir Lengkap dan diberikan selendang dan 
pita mahir, tentu harus keluar biaya sendiri, paling tidak untuk mengganti 
biaya pembelian selendang dan pita mahir. 
  Bagi cukup banyak pembina, biaya-biaya itu memang terasa cukup memberatkan, 
apalagi di tengah kesulitan hidup yang dialami cukup banyak kalangan masyarakat 
saat ini (minyak goreng mahal, susu bayi mahal, dan sebagainya).
  Saya yang masih yunior ini memang belum bisa memberikan solusi, namun 
kakak-kakak pelatih di Lemdika masing-masing (atau juga Lemdikanas), mungkin 
bisa mencarikan formula agar biaya kursus dapat ditekan, misalnya:
   
  1.Biaya perkemahan diusahakan dipenuhi keseluruhannya dari sponsor (jadi 
harus diagendakan jauh sebelumnya, agar bisa mendapat sponsor). Walau demikian, 
peserta kursus harus tetap membayar. Uangnya dikumpulkan, lalu dipakai untuk 
keperluan kursus lain (misalnya pemantapan saat KML, dan sebagainya).
   
  2.Perlu dipikirkan kemungkinan membuat Kursus Pembina Pramuka Mahir seperti 
Universitas Terbuka atau e-learning. Jadi materi dikirim ke peserta kursus yang 
telah terdaftar atau membuka di situs web tertentu, lalu belajar sendiri. Kalau 
perlu mentor/konsultasi, pihak Kwartir telah menyiapkan daftar nama dan alamat 
Pelatih di wilayah itu. Peserta tinggal mendatangi Pelatih yang terdekat dengan 
tempat tinggalnya. 
  Jadi dengan cara ini, mungkin pertemuan bersama bisa diminimalkan jumlahnya. 
Kalau tadinya pertemuan diadakan 4-5 kali, cukup 1-2 kali saja. Selain itu, ya 
otodidak bisa lewat materi yang dikirim per pos atau membuka materi di situs 
web tertentu.
  Bahkan Lemdika di masing-masing Kwartir mungkin dapat pula menyiapkan mailing 
list atau forum diskusi di internet. (Tentu saja ini hanya bisa dilakukan untuk 
kawasan yang warnet-nya cukup banyak, jadi tak perlu punya komputer dengan 
koneksi internet sendiri, dan juga Pelatih serta peserta kursus tidak "gaptek").
   
  3.Bila perlu dan memungkinkan, peserta kursus dapat pula diajak mencari biaya 
kursus, misalnya dengan menyeleksi karya-karya kerajinan tangan terbaik, 
kemudian dijual kepada "orang-orang kaya" yang menaruh perhatian kepada 
kegiatan kepramukaan di tempat itu.
   
  Ini hanya usul saja dan masukan kecil. Karena saya pun melihat teman-teman 
sesama peserta KML, banyak juga yang agak repot menyiapkan biaya kursus. Terima 
kasih.
   
  Berthold Sinaulan

rimata66 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          
Salam Pramuka,

Pening juga saya sepulang dari pertemuan di Kwartir Ranting saya. 
Masalahnya banyak rekan pembina yang mau ikutan KML tapi biayanya 
sungguh berat untuk dijangkau. 

Dari Kwarran, ke Kwarcab lihat edaran KPD. Biayanya juga besar. Di 
kwarcab lain ternyata sampai angka 500 ribu rupiah.

Komentar teman-teman :

" Kak, untuk kegiatan rutin saja dananya seret, apalagi kalau bayar 
KML harus segitu besar."

" Uangnya mending buat masukin anak saya sekolah SD."

" Aktif di Pramuka sudah menyita waktu, tenaga dan uang, sekarang 
mau meningkatkan diri kok biayanya mahal benar."

" Pramuka kok mahal ya ??? Sudah nggak ada ya kesprasahajaan hidup-
nya"

Dst ... dst .....

Sungguh bikin pening kepala.

Jika biaya kursus jadi 500 ribu minimal, maka apakah makin banyak 
pembina yang tak bisa meng-up grade dirinya ?

Bagaimana teman-teman lain ? Apakah subsidi dari Mabicab/Pemda di 
tempat kakak besar sehingga biaya ke peserta dapat ditekan sekecil 
mungkin ? Atau ada kiat untuk dengan hemat kursus tetap berkualitas ?

Hendro Prakoso



         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke