Berthold Sinaulan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Salam Pramuka,
   Kak Asep dan kakak-kakak lainnya, terus terang tak ada maksud saya seperti 
yang Kak Asep Hen hen katakan "ingin memutar topik yang sedang saya ajukan 
kepada kwarnas (mungkin karna beliau dari kwarnas)". Namun kalau itu anggapan 
kakak, tentu saja saya tak dapat melarang anggapan yang datang dari "dugaan" 
yang tak benar.
   Saya hanya ingin mengajak kakak - dan seperti saya sebutkan termasuk diri 
saya sendiri - untuk tetap menggunakan istilah-istilah Gerakan Pramuka dengan 
benar. Seperti telah disebutkan oleh kakak lainnya, penggunaan nama Gudep 
adalah nama Kwarcab dan nomor Gudep. Sedangkan mengenai istilah pelatih dan 
pembina, bukan saya yang memulai. Saya hanya menyetujui, bahwa istilah Pelatih 
adalah untuk mereka yang sudah lulus minimal KPD.
   Mengenai permintaan kakak agar Kwarnas menjawab, mungkin (mudah-mudahan saya 
tak disalahkan lagi) lebih baik kakak menanyakan langsung atau menyurati dengan 
mengirim email ke Kwarnas melalui Kwartir Daerah yang mengirim regu pemenang LT 
IV ke LT V., dan bukan hanya bertanya lalu menunggu jawaban di milis ini.
   Saya sendiri bukan anggota panitia LT V dan sama sekali tidak terlibat dalam 
kepanitiaan LT V. Jadi tentu saja saya tak bisa menjawabnya dan memang bukan 
kapasitas saya untuk menjawabnya.
   Mudah-mudahan jawaban ini tidak menjadikan kakak "panas" lagi. Mohon maaf 
bila ada kata-kata saya yang walaupun benar, namun mungkin kurang berkenan bagi 
kakak.
    
   salam hormat,
   Berthold
=================================================
asep menulis :
terimakasih kak atas jawabannya, walaupun agak "terlambat",   sy juga mengajak 
para kwarnas khususnya k berthold agar lebih peka kembali ttg penegakan AD/ART 
pramuka, apalagi tadi kk menyampaikan kata2 utk tetap digaris AD/ART(kurang 
lebihnya), SEKEDAR INFORMASI SAJA, salahsatu pemenang LT V 2007 (sy tdk 
sebutkan nama regunya karna tdk etis) 

1)    Badge regunya tdk mengikuti standard kwarnas, mereka membuat atribut 
lambang regu sendiri, sy rasa itu sdh melanggar AD/ART pramuka, yg sy binggung 
kenapa mereka bisa lolos sehingga pihak kwarnas atau k berthold sendiri saat 
datang tidak menindak langsung hal itu (menindak dalam hal ini = menegur dgn 
sopan)
2) lambang penggalang terap yg mereka gunakan adalah menggunakan lambang ramu 
yg disusun menjadi 3 deret, padahal kwarnas sdh mengeluarkan lambang terap yg 
berderet 3 secara sambung, kembali lagi sy mengajak kwarnas dan k berthold 
untuk merenung :  kenapa mereka bisa lolos sehingga pihak kwarnas atau k 
berthold sendiri saat datang tidak menindak langsung hal itu (menindak dalam 
hal ini = menegur dgn sopan)
saya rasa ada unsur ketidakpekaan tersendiri, sehingga kesalahan sendiri 
sebesar gajah tidak terlihat tapi kesalahan org lain hanya sebesar semut dapat 
dilihat, 

saya hanya ingin mengajak kakak - dan seperti saya, termasuk diri saya sendiri 
- untuk tetap peka pada hal2 yg kecil seperti ini, seperti kak roni bilang, 
hal2 kecil bisa mempengaruhi adik didik kita, apalagi ini dilaksankan oleh 
kwarnas pada EVENT LOMBA TINGKAT NASIONAL....YG DISAKSIKAN DAN DIHADIRI OLEH 33 
KWARDA/PROPINSI mudah2an perenungan ini dapat diterima oleh kk sekalian.tkyu was
SALAM PRAMUKA!




.
 
    
            

       
---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke