Salam Pramuka dan salam perjuangan,
   
  Buat saya Raimuna Daerah kali ini sama sekali tidak membanggakan sebagai 
produk kwarda Jawa Barat baru pasca musdalub.
   
  Pertama, belum-belum sudah muncul ketidakpercayaan pada kaum muda. 
  Seperti biasa kegiatan Penegak dan Pandega kan dikelola Dewan Kerja dengan 
membentuk Sangga Kerja. Andalan Kwartir akan berperan sebagai Penanggung Jawab 
dan Konsultan. Tapi kali ini ? Di atas Sangga Kerja, dibentuk pula Panitia 
Raimuna Daerah. Perannya besar sampai menggilas peran Sangga Kerja. Panitia ini 
bahkan mengeluarkan surat-surat sendiri terlepas dari Kwartir Daerah Jawa Barat 
(Apa kabar Sistim Administrasi Kwartir???).
   
  Ada apa ini ? Panitia yang isinya Andalan dan Staf ini demikian aktifnya 
sehingga patut dipertanyakan ini Raimuna Pembina atau Penegak dan Pandega. 
Bagaimana para Penegak dan Pandega mau belajar mengorganisasikan kegiatan kalau 
yang bekerja para pembina ?
   
  Di upacara pembukaan pun tidak kelihatan peran Penegak dan Pandega. Ajudan 
Gubernur juga yang mendampingi di belakang membawa teks pidato adalah seorang 
Pembina berpeci. Ketua DKD yang sedang punya hajat di kursi peserta upacara 
bukannya ditempatkan di titik sentral dekat dengan Gubernur, malahan ditaruh di 
sayap kanan sampai hampir tidak kelihatan.
   
  Yang jadi sentral adalah Muh Muhtar, Kakwarda, duduk di samping Gubernur. 
Tidak ada laporan Ketua Sangga Kerja. Yang lapor pada Gubernur malahan Ketua 
Kwarda.
   
  Moment Pramuka Penegak dan Pandega ini dikecilkan lagi dengan cuma jadi satu 
mata acara karena saat itu juga dilakukan acara ikrar anti narkoba, penerimaan 
regu peserta LT 5 dan penglepasan peserta jambore dunia. Apa tidak bisa 
diacarakan di lain waktu ?. Fokus acara jadi tidak jelas. Pestanya Pramuka 
Penegak dan Pandega disisihkan..Padahal cuma 5 tahun sekali.
   
  Jelas fokus perhatian Ketua Kwarda lebih pada acara pamer. Lihat Jawa Barat 
akhirnya menang di LT5. Lihat mau ikut Jambore Dunia dengan peserta yang 
banyak. Lihat kita ikrar anti narkoba. Semua cuma polesan berindah-indah dan 
lupa nilai-nilai pendidikan.
   
  Sebagai anti klimaks di akhir kegiatan ada demo kegiatan Satuan Karya berupa 
penampilan bagaimana SAKA mengatasi Tsunami. Dengan dramatisasi yang tidak 
mutu, dengan kelas akting tingkat anak-anak, bukan seusia Pramuka Penegak dan 
Pandega, penggarapan dadakan berskala gudep. Lagi-lagi ternyata arsiteknya 
Pembina lagi, Mahir Penegak lagi. Purwo Widodo.
   
  Kalau Kakak tidak percaya bahwa kebanggaan dan pengalaman jadi ajudan tidak 
membentuk karakter orang, Kalau kakak tidak percaya kebanggan mampu mengelola 
kegiatan sendiri akan membentuk karakter, maka kakak tidak layak ada di Gerakan 
Pramuka.
   
  Pembina itu tidak beraksi di depan, tapi membiarkan para Pramuka yang tampil 
dan menerima tepuk tangan, walau mungkin di belakang layar Pembina yang lebih 
bercapai lelah.
   
  Susah kalau mau jadi Ketua atau Andalan Kwartir dan ingin menerima seluruh 
tepuk tangan itu sendiri. Salah tempat !!!
   
  Beginilah nasibnya Kwartir Daerah Jawa Barat dipimpin oleh Ketua hasil 
droping. Nilai-nilai pendidikan sudah digusur pergi ?
   
  Mau kemana Gerakan Pramuka Jawa Barat ????
   
  Kami makin prihatin........
   
    
   
  

[EMAIL PROTECTED] wrote:
          
Dari Gala on line 12/07/2007

2.426 Peserta Ikuti Raimuna Daerah XI

JATINANGOR, (GM).-
Kegiatan Raimuna Daerah XI tahun 2007 di Bumi Perkemahan H. Mashudi di 
Kiarapayung, Kab. Sumedang, 9-15 Juli, diikuti 2.426 peserta. Kegiatan tersebut 
dibuka Gubernur Jawa Barat, Drs. H. Danny Setiawan, M.Si., Senin (9/7).

Menurut Wakil Bupati Bidang Kegiatan Raimuna Daerah XI tahun 2007, Adi 
Rohmatullah saat ditemui "GM", Rabu (11/7), kegiatan ini merupakan pertemuan 
Pramuka penegak dan pandega demi menggalang persaudaran, menambah pengalaman, 
pengetahuan, keterampilan, wawasan, dan meningkatkan rasa patriotisme. 

Sedangkan tujuannya untuk memberikan kegiatan rekreatif, kreatif, edukatif, 
inovatif, dan produktif yang dititikberatkan kepada peningkatan sumber daya 
manusia (SDM) yang kelak dapat dijadikan modal oleh Pramuka penegak dan 
pandega untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang. "Kegiatan ini 
merupakan kegiatan lima tahunan," tegas Adi.

Menurutnya, dalam kesempatan itu pun dilaksanakan ikrar Pramuka antinarkoba 
yang langsung disikapi positif Gubernur Jabar. Bahkan Gubernur pun sangat 
mendukung upaya mewujudkan Jabar bebas narkoba. "Isi ikrar tersebut intinya, 
Pramuka harus dapat menjadi motor dalam memotivasi gerakan antinarkoba di 
Jabar," ungkapnya. 

Selama ini, lanjut Adi, masyarakat maupun pemuda hanya tahu kegiatan Pramuka 
identik dengan berkemah tali-temali, morse, dan semapur. Padahal dalam 
kegitan Raimuna Daerah XI Jabar 2007 ini banyak kegiatan lain yang dapat 
menarik 
generasi muda seperti aktivitas di bidang multimedia, teknologi informasi 
berbasis internet, perkembangan ilmu pengetahuan, dll.

Sementara itu, Gubernur Jabar dalam pembukaan kegiatan ini mengatakan, 
seiring dengan perjalanan waktu, gerakan Pramuka saat ini semakin tenggelam. 
"Salah satu bentuk antisipasinya, pemerintah melakukan revitalisasi gerakan 
Pramuka dengan mengupayakan adanya landasan hukum setingkat undang-undang bagi 
gerakan Pramuka," ujar Danny. (B.115/ B.95)**

[Non-text portions of this message have been removed]



         

       
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally,  mobile search that gives answers, not web links. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke