Seragam itu namanya PDU. Ada SKnya cuma saya lupa No berapa. Dibuat waktu ada PM Maaysia ke Indonesia dan menerima Lencana Tunas Kencana (yang penganugerahannya di-referendumkan). Mungkin biar tak kalah gagah dengan PDU Pengakap yang dipakai Pak Lah. Lihat modelnya kan mirip.
Di kalender Kwarnas juga ada. Apa-apa tidak ya ? Mungkin juga tidak. Dulu juga kita kan punya seragam PDU, model jas Bung Karno. Saya sendiri merasa tidak sreg. Kalau saya pakai ntar saya malah jadi mirip Siaga. Tapi kalau dipakai oleh mereka yang berpostur tinggi besar, maka pemakainya jadi gagah. Saya malah lebih tertarik mempersoalkan jasa apa yang diberikan Pak Lah pada kita sampai dapat Tunas Kencana ? Kenapa tidak diberi Lencana Melati saja ? Sekedar catatan yang mendapat penghargaan ini sangat terbatas dan betul-betul berjasa luar bisa buat Gerakan kita. Dari Presiden (bung Karno dan Pak Harto), penandatangan SK 238/Kak Juanda, Kak Azis, Kak Mut, Bunda Bunakim, Ibu Tien .... Pak Dirman (?)Betul-betul putra bangsa pilihan makanya harus diputus di MUNAS. Saya sih sederhana aja alasannya karena buat saya masih terlalu banyak para pengabdi Gerakan ini yang belum dapat penghargaan yang pantas terutama di level akar rumput, para Pembina yang mengabdi di lapangan. Gerakan kita kan bertahan di level akar rumput dan jasa mereka sama besar dan pentingnya dengan para tokoh yang ada di Kwartir. Ini yang belum banyak dipikirkan. Saya ingin agar bila lihat daftar maka penerima Lencana Melati yang Pembina/Pelatih/Andalan aktif lebih banyak dari jajaran pejabat. Semoga. Hendro Prakoso

